Tangerang

Relokasi 273 PKL Dimulai, Wajah Pasar Anyar Tangerang Bersiap Berubah Total

×

Relokasi 273 PKL Dimulai, Wajah Pasar Anyar Tangerang Bersiap Berubah Total

Sebarkan artikel ini
Petugas gabungan mengawal proses relokasi pedagang kaki lima menuju Gedung Pasar Anyar, Kota Tangerang, sebagai bagian dari penataan kawasan perdagangan agar lebih tertib dan nyaman.
Petugas gabungan mengawal proses relokasi pedagang kaki lima menuju Gedung Pasar Anyar, Kota Tangerang, sebagai bagian dari penataan kawasan perdagangan agar lebih tertib dan nyaman.

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi memulai relokasi ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di kawasan Pasar Anyar.

Sebanyak 273 pedagang dipindahkan dari sepanjang Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani menuju lapak yang telah disiapkan di dalam Gedung Pasar Anyar.

Langkah ini menjadi bagian dari program penataan kawasan pasar untuk mengembalikan fungsi jalan dan trotoar sebagai fasilitas publik. Di sisi lain, pemerintah juga ingin menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di gedung pasar yang telah dibangun sehingga mampu menarik lebih banyak pengunjung.

Asisten Daerah (Asda) I Kota Tangerang, Mulyani, menegaskan bahwa relokasi dilakukan melalui tahapan sosialisasi kepada para pedagang. Pemerintah tidak mengambil keputusan secara mendadak, melainkan memberikan kesempatan kepada para PKL untuk memahami tujuan penataan tersebut.

“Harapannya, kondisi di sekitar Pasar Anyar, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Kiasnawi bisa kembali sesuai fungsinya. Jalan dan trotoar dapat digunakan sebagaimana mestinya, sementara para pedagang bisa berjualan di dalam Gedung Pasar Anyar yang sudah kita bangun,” ujar Mulyani, Rabu (4/11/2026).

Data Perumda Pasar Kota Tangerang menunjukkan terdapat 273 pedagang yang telah terdaftar mengikuti program relokasi. Seluruh pedagang diarahkan menempati lapak sesuai penempatan yang telah disiapkan agar aktivitas jual beli tetap berjalan tanpa memanfaatkan badan jalan maupun trotoar.

Menurut Mulyani, penataan Pasar Anyar bukan sekadar menertibkan pedagang. Pemerintah juga ingin menjadikan Gedung Pasar Anyar sebagai pusat perdagangan modern yang ramai dikunjungi masyarakat.

Untuk mendukung target tersebut, Pemkot Tangerang akan mendorong masyarakat, termasuk pegawai perkantoran di sekitar kawasan, agar lebih sering berbelanja di Pasar Anyar. Meningkatnya jumlah pengunjung diharapkan mampu memperkuat pendapatan pedagang sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.

“Kita ingin Gedung Pasar Anyar ini lebih optimal dan ramai. Dengan begitu, perekonomian di kawasan pasar bisa tumbuh, sementara fungsi jalan dan trotoar kembali sebagaimana mestinya,” kata Mulyani.

Baca Juga  Universitas BSI Bekali Anak Muda Tangerang Hadapi Ketatnya Persaingan Kerja Era Digital, Personal Branding Jadi Kunci Sukses

Pemerintah juga memberikan dukungan selama proses relokasi berlangsung. Armada angkutan disiapkan bagi pedagang yang membutuhkan bantuan memindahkan barang dagangan. Meski demikian, pedagang tetap diperbolehkan menggunakan kendaraan sendiri apabila dinilai lebih praktis.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Kota Tangerang, Dedi Ochen, mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan para pedagang. Selain sosialisasi, Perumda juga telah membagikan nomor lapak sesuai lokasi di dalam Gedung Pasar Anyar agar proses penempatan berlangsung tertib.

Dedi memastikan pedagang belum dipungut biaya untuk menempati lapak karena proses serah terima pengelolaan gedung dari pemerintah pusat kepada Pemkot Tangerang masih berlangsung.

“Selama ini masih gratis di Pasar Anyar. Tempatnya juga sudah bagus, bersih, dan nyaman. Apalagi sebentar lagi musim hujan, kalau berjualan di luar tentu berbeda dengan di dalam gedung,” ujarnya.

Ia berharap proses penyerahan aset dari Kementerian Keuangan kepada Pemerintah Kota Tangerang segera rampung. Dengan kepastian pengelolaan tersebut, Perumda Pasar dapat mengoptimalkan pelayanan sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas pasar.

Pelaksanaan relokasi melibatkan sekitar 300 personel gabungan dari Satpol PP, kecamatan, kelurahan, dan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Kehadiran personel tersebut bertujuan memastikan proses pemindahan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Melalui relokasi 273 pedagang ini, Pemkot Tangerang menargetkan Pasar Anyar menjadi kawasan perdagangan yang lebih rapi, nyaman, dan tertata. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari kembalinya fungsi jalan dan trotoar, tetapi juga dari meningkatnya jumlah pengunjung serta berkembangnya aktivitas ekonomi para pedagang di dalam gedung pasar.***