Wali Kota Tangerang Sachrudin saat meluncurkan Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) bagi Sekolah Adiwiyata Mandiri dalam kegiatan Sosialisasi Calon Sekolah Adiwiyata Kota (CSAK), sebagai upaya memperkuat budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar.
Menurutnya, kebiasaan menjaga lingkungan tidak cukup diterapkan di sekolah. Nilai-nilai tersebut harus terus dijalankan di rumah agar menjadi bagian dari gaya hidup yang berkelanjutan.
“Budaya menjaga lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama. Apa yang dipelajari anak-anak di sekolah perlu mendapat dukungan dari keluarga dan masyarakat sehingga bisa menjadi kebiasaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret memperkuat implementasi pendidikan lingkungan, Pemkot Tangerang juga menggelar Lomba PRLH Antar Sekolah Adiwiyata Mandiri yang akan berlangsung pada 22 hingga 25 Juni 2026.
Kompetisi ini dirancang untuk mendorong sekolah menghadirkan berbagai aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Penilaian akan dilakukan berdasarkan lima indikator utama, yaitu kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, pelestarian keanekaragaman hayati, penghematan penggunaan air, serta efisiensi energi.
Melalui lomba tersebut, sekolah didorong untuk tidak hanya memahami konsep pelestarian lingkungan secara teori, tetapi juga menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari. Berbagai inovasi dan program kreatif yang lahir dari sekolah diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Sachrudin menegaskan bahwa Program Adiwiyata dan PRLH merupakan dua instrumen yang saling melengkapi dalam membangun kesadaran lingkungan. Program Adiwiyata berfungsi sebagai sarana pembinaan, sementara PRLH menjadi bentuk nyata penerapan nilai-nilai yang telah diajarkan.