Ulama di Garis Depan Sejarah: Jejak Berani KH Ahmad Aminudin Ibrahim Melahirkan Provinsi Banten

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH Ahmad Aminudin Ibrahim, pendiri Pondok Pesantren Darul Iman Pandeglang, dikenal sebagai ulama yang menyampaikan langsung aspirasi pembentukan Provinsi Banten kepada Presiden BJ Habibie pada 5 Februari 1998.

i

KH Ahmad Aminudin Ibrahim, pendiri Pondok Pesantren Darul Iman Pandeglang, dikenal sebagai ulama yang menyampaikan langsung aspirasi pembentukan Provinsi Banten kepada Presiden BJ Habibie pada 5 Februari 1998.

KILAS BANTEN – Sejarah berdirinya Provinsi Banten tidak lahir dalam waktu singkat. Proses panjang itu melibatkan banyak tokoh masyarakat, pemuda, dan ulama. Salah satu nama yang memiliki peran penting namun jarang disorot adalah KH Ahmad Aminudin Ibrahim. Ulama kharismatik asal Pandeglang ini tercatat berani menyampaikan aspirasi rakyat Banten secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia pada masa transisi politik nasional.

Provinsi Banten resmi berdiri pada 4 Oktober 2000. Artinya, wilayah yang berada di ujung barat Pulau Jawa ini telah melewati perjalanan panjang hingga akhirnya memiliki pemerintahan sendiri. Sebelum itu, Banten selama puluhan tahun berstatus sebagai bagian dari Provinsi Jawa Barat. Kondisi tersebut memunculkan kegelisahan di kalangan masyarakat yang menilai Banten memiliki identitas sejarah, budaya, dan sosial yang berbeda.

Baca Juga  UIN Banten Gandeng Bank Indonesia, Program Beasisawa hingga Kebanksentralan 2026 Dibidik untuk Civitas Akademika dan Mahasiswa

Aspirasi pembentukan Provinsi Banten sebenarnya sudah muncul sejak awal kemerdekaan. Pada dekade 1950-an, tuntutan itu mulai disuarakan secara terbuka. Tokoh muda Uwes Qorny tampil sebagai pelopor. Ia bersama sejumlah aktivis mendorong pemerintah pusat agar memberikan status provinsi kepada Banten. Namun, situasi politik saat itu belum berpihak. Upaya tersebut kandas tanpa hasil.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjuangan kembali menguat pada tahun 1963. Sejumlah tokoh seperti Sochari Chatib dan Ayip Zuchri memimpin gerakan, didukung Gogo Sandjadiredja dan para pemuda Banten. Mereka menempuh jalur administratif dan politik untuk memisahkan Banten dari Jawa Barat. Meski sempat mendapat perhatian, gelombang ini kembali terhenti.

Penulis : Dayat

Editor : Rizki

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Banten Buka Akses Mudah Bayar Pajak Kendaraan, Syarat dan Ketentuan Tanpa KTP Pemilik Lama
Kwarda Pramuka Banten Tancap Gas, Pelantikan Dikebut Sebelum 10 Mei, Langsung Koordinasi ke Pusat
Pesantren Ini Tak Hanya Ngaji, Nahdlatul Ibad Banten di Waringinkurung Cetak Santri Siap Bersaing di Panggung Dunia
Dipimpin Budi Rustandi, IDSD 2025 Kota Serang Lampaui Rata-Rata Nasional dan Provinsisi”
Digedor di Era Digital, UIN Banten Ajak Mahasantri Tulis Buku dan Lawan Budaya Instan
UIN Banten Resmi Jadi Markas KKN Nusantara 2026, Ribuan Mahasiswa Siap Turun Tangan Bangun Negeri
Dies Natalis ke-27, Universitas Raharja Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Digital di Kota Tangerang
Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang
Peran KH Ahmad Aminudin Ibrahim dalam perjuangan lahirnya Provinsi Banten jarang disorot. Dari pesantren ke Istana, inilah rekam jejak ulama yang menyuarakan aspirasi Banten di momen penentuan sejarah.

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:00

Pemprov Banten Buka Akses Mudah Bayar Pajak Kendaraan, Syarat dan Ketentuan Tanpa KTP Pemilik Lama

Kamis, 30 April 2026 - 07:00

Kwarda Pramuka Banten Tancap Gas, Pelantikan Dikebut Sebelum 10 Mei, Langsung Koordinasi ke Pusat

Rabu, 29 April 2026 - 21:22

Pesantren Ini Tak Hanya Ngaji, Nahdlatul Ibad Banten di Waringinkurung Cetak Santri Siap Bersaing di Panggung Dunia

Kamis, 23 April 2026 - 10:30

Dipimpin Budi Rustandi, IDSD 2025 Kota Serang Lampaui Rata-Rata Nasional dan Provinsisi”

Jumat, 17 April 2026 - 16:02

Digedor di Era Digital, UIN Banten Ajak Mahasantri Tulis Buku dan Lawan Budaya Instan

Berita Terbaru