KILAS BANTEN – Sejarah berdirinya Provinsi Banten tidak lahir dalam waktu singkat. Proses panjang itu melibatkan banyak tokoh masyarakat, pemuda, dan ulama. Salah satu nama yang memiliki peran penting namun jarang disorot adalah KH Ahmad Aminudin Ibrahim. Ulama kharismatik asal Pandeglang ini tercatat berani menyampaikan aspirasi rakyat Banten secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia pada masa transisi politik nasional.
Provinsi Banten resmi berdiri pada 4 Oktober 2000. Artinya, wilayah yang berada di ujung barat Pulau Jawa ini telah melewati perjalanan panjang hingga akhirnya memiliki pemerintahan sendiri. Sebelum itu, Banten selama puluhan tahun berstatus sebagai bagian dari Provinsi Jawa Barat. Kondisi tersebut memunculkan kegelisahan di kalangan masyarakat yang menilai Banten memiliki identitas sejarah, budaya, dan sosial yang berbeda.
Aspirasi pembentukan Provinsi Banten sebenarnya sudah muncul sejak awal kemerdekaan. Pada dekade 1950-an, tuntutan itu mulai disuarakan secara terbuka. Tokoh muda Uwes Qorny tampil sebagai pelopor. Ia bersama sejumlah aktivis mendorong pemerintah pusat agar memberikan status provinsi kepada Banten. Namun, situasi politik saat itu belum berpihak. Upaya tersebut kandas tanpa hasil.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Perjuangan kembali menguat pada tahun 1963. Sejumlah tokoh seperti Sochari Chatib dan Ayip Zuchri memimpin gerakan, didukung Gogo Sandjadiredja dan para pemuda Banten. Mereka menempuh jalur administratif dan politik untuk memisahkan Banten dari Jawa Barat. Meski sempat mendapat perhatian, gelombang ini kembali terhenti.
Penulis : Dayat
Editor : Rizki
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















