SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional

Viral Pengakuan Dugaan Pelecehan Tokoh Politik di Banten Berujung Klarifikasi, Ida Farida Sebut Isu yang Beredar Hoaks

Ida Farida menyampaikan klarifikasi melalui akun TikTok pribadinya setelah video pengakuan dugaan pelecehan yang viral memicu beragam reaksi di media sosial, Kamis, 9 Juli 2026. (Redaksi Kilas Banten)
Ida Farida menyampaikan klarifikasi melalui akun TikTok pribadinya setelah video pengakuan dugaan pelecehan yang viral memicu beragam reaksi di media sosial, Kamis, 9 Juli 2026. (Redaksi Kilas Banten)

KILAS BANTEN – Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan beredarnya video pengakuan seorang perempuan yang mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh seorang tokoh politik Banten berinisial AS. Video tersebut menyebar luas di TikTok, grup WhatsApp, hingga berbagai platform media sosial dan memicu beragam tanggapan dari publik.

Namun, beberapa hari setelah video itu viral, perempuan yang mengaku bernama Ida Farida menyampaikan klarifikasi. Ia menegaskan informasi yang mengaitkan dirinya dengan tokoh Banten tersebut merupakan berita bohong atau hoaks.

Video yang pertama kali diunggah melalui akun TikTok @wanitapancasila berdurasi sekitar 2 menit 33 detik. Dalam rekaman itu, seorang perempuan mengenakan pakaian dan masker berwarna kuning mengaku telah berjuang selama enam tahun untuk memperoleh keadilan atas dugaan pelecehan yang disebut dialaminya.

Dalam pengakuannya, perempuan tersebut mengaku telah menempuh berbagai langkah. Ia menyebut pernah melakukan mediasi dengan pihak keluarga hingga melaporkan persoalan itu kepada pihak berwenang. Namun, menurutnya, seluruh upaya tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan.

“Saya datang untuk pengaduan atas nasib saya. Saya mencari perlindungan. Kejadian ini sudah lama, sudah enam tahun saya berjuang. Saya sudah beberapa kali melakukan mediasi, tapi tidak pernah digubris,” ujar perempuan tersebut dalam video yang beredar.

POLRI Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka Korupsi dan TPPU Kasus ASABRI

Video itu juga memperlihatkan perempuan tersebut menangis ketika menyampaikan pengaduan ke Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan pada 6 Juli 2026. Dalam keterangannya, ia mengaku berharap memperoleh perlindungan sekaligus perhatian atas laporan yang disampaikannya.

Selain itu, ia menyatakan telah menyerahkan sejumlah barang bukti kepada pihak berwenang. Bukti yang dimaksud, menurut pengakuannya, meliputi riwayat percakapan, dokumentasi foto, hingga data digital yang disimpan dalam sebuah flashdisk. Seluruh dokumen itu disebut memuat kronologi peristiwa sejak 2019 hingga perkembangan terbaru.

“Semua bukti sudah saya serahkan. Dari kronologis awal sampai akhir, semuanya sudah saya jelaskan. Saya siap memperjuangkan hak saya. Saya berjuang sebagai perempuan agar tidak ada lagi yang dilecehkan seperti saya,” katanya.

Pengakuan tersebut kemudian menjadi perbincangan luas. Banyak warganet memberikan tanggapan dan membagikan ulang video itu ke berbagai platform media sosial.

Di tengah ramainya pembahasan publik, Ida Farida mengunggah video klarifikasi melalui akun TikTok pribadinya pada Kamis (9/7/2026).

OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Jadi Tersangka, Diduga Terima Setoran Insentif Pegawai Rp2,93 Miliar

Dalam video tersebut, Ida menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya informasi yang mengaitkan dirinya dengan salah satu tokoh Banten. Ia menegaskan dirinya tidak mengetahui asal-usul informasi tersebut dan menyebut narasi yang beredar sebagai hoaks.

“Saya Ida memohon maaf atas beredarnya isu dengan salah satu tokoh Banten di TikTok. Itu berita hoaks. Saya sendiri tidak mengetahui dan saya sendiri akan memproses secara hukum pembuat berita tersebut,” ujar Ida dalam video yang diunggah melalui akun TikTok @user1o972.

Ia juga menegaskan selama ini memiliki hubungan yang baik dengan tokoh Banten berinisial AS yang ramai disebut dalam isu tersebut. Menurut Ida, tokoh yang dimaksud selalu memperlakukannya dengan baik.

“Selama ini saya dengan salah satu tokoh Banten tersebut berhubungan baik dan beliau memperlakukan saya secara baik,” katanya.

Lebih lanjut, Ida menjelaskan alasan dirinya sempat mendatangi Komnas Perempuan.

UNISMA Bekasi Resmi Berganti Nama Jadi Universitas Muhammadiyah Indonesia, Bidik Lahirkan Lulusan Kelas Dunia

Menurut dia, laporan tersebut dibuat karena dipengaruhi kondisi emosional akibat tidak adanya komunikasi lanjutan pada saat itu.

“Pelaporan saya ke Komnas Perempuan karena emosi sesaat akibat tidak adanya komunikasi lebih lanjut,” ujarnya.

Pernyataan terbaru tersebut memunculkan babak baru dalam polemik yang sebelumnya ramai dibahas publik. Klarifikasi Ida juga memicu beragam respons dari pengguna media sosial, termasuk mengenai perbedaan isi video pengakuan awal dengan penjelasan yang disampaikan kemudian.

Sementara itu, Redaksi Kilasbanten.com menyatakan telah berupaya meminta konfirmasi langsung kepada Ida Farida terkait perbedaan isi video pengakuan dan klarifikasi tersebut. Upaya konfirmasi dilakukan melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon pada Kamis (9/7/2026).

Namun hingga berita ini diterbitkan, Ida Farida belum memberikan tanggapan maupun penjelasan lebih lanjut.***

× Advertisement
× Advertisement