“Ansor harus kembali menjadi gerakan akar rumput. Bergerak karena khidmah, bergerak lillahi ta’ala, bukan karena kepentingan sesaat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia kader. Adam mendorong kader Ansor dan Banser di Banten untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin sebagai investasi jangka panjang organisasi.
“Banser ke depan harus sarjana, magister, bahkan doktor. Ini bukan soal gelar, tetapi bekal menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tangerang, M Ardiansyah, menekankan agenda kemandirian ekonomi sebagai prioritas organisasi. Ia mendorong 274 ranting GP Ansor di Kabupaten Tangerang untuk membentuk dan mengembangkan unit usaha berbasis UMKM.
“Saya berharap setiap ranting memiliki kelompok UMKM. Ansor harus mandiri secara ekonomi agar kadernya berdaya dan produktif,” kata Ardiansyah.
Menurutnya, Ansor tidak boleh mencetak kader yang pasif dan bergantung pada bantuan. Organisasi harus melahirkan generasi muda yang memiliki etos kerja, kreativitas, dan semangat memberi.
“Kita tidak ingin melahirkan kader yang mentalnya hanya meminta. Ansor harus menjadi motor lahirnya generasi yang siap berkontribusi,” ujarnya.
Ardiansyah juga mengingatkan peran strategis Ansor dalam menjaga nilai moral dan etika sosial di tengah tantangan zaman. Ia menilai kondisi sosial saat ini menuntut peran aktif organisasi kepemudaan Islam dalam menjaga nilai keislaman dan kebangsaan.
“Ansor harus tetap teguh pada ajaran para kiai dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah. Itu jati diri kita,” katanya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















