Advertisement
Tangerang

3.400 Ansor Banser Menggelegar di Kabupaten Tangerang, Serukan Khidmah Total dan Kaderisasi Masa Depan NU

Ribuan kader GP Ansor dan Banser mengikuti apel dan pelantikan pengurus ranting se-Kabupaten Tangerang di Pondok Pesantren Miftahul Khaer, Curug, Sabtu, 27 Desember 2025
Ribuan kader GP Ansor dan Banser mengikuti apel dan pelantikan pengurus ranting se-Kabupaten Tangerang di Pondok Pesantren Miftahul Khaer, Curug, Sabtu, 27 Desember 2025

KILAS BANTEN – Ribuan kader Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna kembali menunjukkan kekuatan konsolidasi organisasi. Sebanyak 3.400 kader tumpah ruah di Pondok Pesantren Miftahul Khaer Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 27 Desember 2025. Mereka mengikuti Apel Akbar sekaligus Pelantikan Pengurus Ranting GP Ansor se-Kabupaten Tangerang.

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda konsolidasi terbesar Ansor Banser di Provinsi Banten sepanjang 2025. Kehadiran ribuan kader dari berbagai kecamatan menegaskan soliditas struktur organisasi hingga tingkat akar rumput.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam agenda tersebut. Di antaranya jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Banten, Ketua PW GP Ansor Banten Tubagus Adam Ma’rifat, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, anggota DPRD Kabupaten Tangerang Daerah Pemilihan V, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, serta Camat Curug. Kehadiran unsur pemerintah daerah memperkuat posisi GP Ansor dan Banser sebagai mitra strategis di tengah masyarakat.

Ketua PW GP Ansor Banten, Tubagus Adam Ma’rifat, dalam amanatnya menekankan pentingnya kesiapan pengurus di semua tingkatan. Ia meminta para pengurus pimpinan cabang, pimpinan anak cabang, hingga ranting menjalankan amanah organisasi secara sungguh-sungguh dan bertanggung jawab.

“Kader Ansor tidak boleh mudah menyerah menghadapi tantangan zaman. Kita harus terus bergerak dan berinovasi demi kemajuan organisasi,” kata Adam.

Dulu Jadi Kandang Ratusan Kerbau, Kini Berdiri Masjid Raya Al-A’zhom yang Jadi Ikon Kota Tangerang dan Sejarahnya

Adam mengingatkan bahwa kekuatan Ansor dan Banser tidak lahir dari kedekatan dengan kekuasaan. Menurutnya, kekuatan sejati organisasi justru bersumber dari keikhlasan dalam melayani umat, menjaga ulama, dan merawat nilai kebangsaan.

“Ansor harus kembali menjadi gerakan akar rumput. Bergerak karena khidmah, bergerak lillahi ta’ala, bukan karena kepentingan sesaat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia kader. Adam mendorong kader Ansor dan Banser di Banten untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin sebagai investasi jangka panjang organisasi.

“Banser ke depan harus sarjana, magister, bahkan doktor. Ini bukan soal gelar, tetapi bekal menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tangerang, M Ardiansyah, menekankan agenda kemandirian ekonomi sebagai prioritas organisasi. Ia mendorong 274 ranting GP Ansor di Kabupaten Tangerang untuk membentuk dan mengembangkan unit usaha berbasis UMKM.

Jalan Rusak di Kota Tangerang Kini Bisa Dilaporkan 24 Jam, Pemkot Klaim 1.024 Titik Sudah Diperbaiki

“Saya berharap setiap ranting memiliki kelompok UMKM. Ansor harus mandiri secara ekonomi agar kadernya berdaya dan produktif,” kata Ardiansyah.

Menurutnya, Ansor tidak boleh mencetak kader yang pasif dan bergantung pada bantuan. Organisasi harus melahirkan generasi muda yang memiliki etos kerja, kreativitas, dan semangat memberi.

“Kita tidak ingin melahirkan kader yang mentalnya hanya meminta. Ansor harus menjadi motor lahirnya generasi yang siap berkontribusi,” ujarnya.

Ardiansyah juga mengingatkan peran strategis Ansor dalam menjaga nilai moral dan etika sosial di tengah tantangan zaman. Ia menilai kondisi sosial saat ini menuntut peran aktif organisasi kepemudaan Islam dalam menjaga nilai keislaman dan kebangsaan.

“Ansor harus tetap teguh pada ajaran para kiai dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah. Itu jati diri kita,” katanya.

Pemkot Tangsel Mulai Kirim Air Bersih ke Warga yang Sumurnya Mengering, Kemarau Mulai Mengancam

Dari unsur pemerintah daerah, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas kontribusi GP Ansor dan Banser. Ia menilai Ansor Banser memiliki peran penting dalam menjaga ulama, stabilitas sosial, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ansor dan Banser telah banyak berkontribusi untuk masyarakat. Semoga ke depan semakin solid dan berintegritas,” ujar Maesyal.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang memandang GP Ansor sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan harmoni sosial di daerah.

“Mudah-mudahan Ansor tetap jaya, kompak, dan terus memberi pengaruh positif bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” katanya.

Rangkaian kegiatan GP Ansor Kabupaten Tangerang berlangsung selama dua hari, 26–27 Desember 2025. Agenda diawali dengan Festival Hadrah pada Jumat, 26 Desember, sebagai ruang ekspresi budaya dan tradisi Islam Nusantara. Kegiatan dilanjutkan dengan apel akbar dan pelantikan pengurus ranting yang diikuti 3.400 kader Ansor Banser. Acara ditutup dengan penyerahan bendera pataka kepada pimpinan anak cabang GP Ansor se-Kabupaten Tangerang sebagai simbol penguatan struktur organisasi hingga tingkat bawah.

× Advertisement
× Advertisement