Kota Tangerang Bikin Kemenaker Terpukau, Jadi Laboratorium Nasional Pelatihan Pejabat, Merit System hingga Pelayanan Publik Jadi Sorotan

Kilas Banten
12 Jun 2026 06:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Kota Tangerang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah rujukan nasional dalam pengembangan kualitas aparatur sipil negara (ASN). Berbagai capaian di bidang tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan manajemen sumber daya manusia membuat daerah ini dipercaya menjadi lokasi studi lapangan bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XXIII yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

 

Sebanyak 40 peserta dari berbagai kementerian dan lembaga negara mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari sejumlah instansi strategis, mulai dari Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), hingga Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

 

Pemilihan Kota Tangerang sebagai lokasi pembelajaran dinilai bukan tanpa alasan. Pemerintah Kota Tangerang selama ini dikenal memiliki berbagai inovasi dalam tata kelola birokrasi serta konsisten menghadirkan pelayanan publik yang efektif dan berorientasi kepada masyarakat.

 

Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, mengatakan kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah pusat menjadi bukti bahwa berbagai program dan kebijakan yang dijalankan Pemkot Tangerang mendapat pengakuan di tingkat nasional.

 

Menurutnya, penerapan sistem merit dalam pengelolaan ASN menjadi salah satu faktor utama yang mendorong Kota Tangerang dipilih sebagai lokus studi lapangan. Sistem tersebut dinilai mampu menciptakan tata kelola kepegawaian yang profesional, transparan, dan berbasis kompetensi.

 

“Terpilihnya Kota Tangerang sebagai lokus studi lapangan juga tidak terlepas dari penerapan sistem merit yang dinilai baik dalam manajemen ASN. Selain itu, berbagai capaian yang berhasil diraih Pemkot Tangerang turut menjadi pertimbangan,” ujar Maryono, Jumat, 12 Juni 2026.

 

Ia menambahkan, berbagai penghargaan yang diterima pemerintah daerah menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

“Kami mendapatkan berbagai apresiasi atas tata kelola pemerintahan yang baik. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan, Narsih, mengungkapkan bahwa penunjukan Kota Tangerang dilakukan setelah melalui proses kajian yang melibatkan sejumlah daerah lain sebagai bahan perbandingan.

 

Menurut Narsih, Kota Tangerang memiliki sederet keunggulan yang membuatnya layak menjadi tempat belajar bagi para pejabat administrator dari berbagai instansi pemerintah.

 

Salah satu prestasi yang menjadi perhatian adalah keberhasilan Kota Tangerang mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 19 kali berturut-turut. Selain itu, berbagai penghargaan di bidang pelayanan publik, kepemimpinan daerah, reformasi birokrasi, merit system, serta inovasi pemerintahan turut memperkuat daya tarik daerah tersebut.

 

“Kota Tangerang memiliki banyak keunggulan. Salah satunya adalah keberhasilan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian selama 19 kali berturut-turut. Selain itu, penghargaan di bidang pelayanan publik, kepemimpinan daerah, manajemen birokrasi, merit system, serta berbagai inovasi yang dimiliki menjadi daya tarik tersendiri,” ungkap Narsih.

 

Ia menilai praktik-praktik baik yang diterapkan Pemkot Tangerang sangat relevan untuk dipelajari oleh peserta PKA yang mayoritas merupakan pejabat administrator atau eselon III dari berbagai kementerian dan lembaga.

 

Narsih juga mengaku terkesan setelah melihat langsung kondisi Kota Tangerang. Ia menilai tata kelola pemerintahan berjalan baik, lingkungan kota tertata rapi, serta fasilitas publik tersedia dengan kualitas yang memadai.

 

“Setelah datang ke sini, ternyata Kota Tangerang jauh dari bayangan saya sebelumnya. Tata pemerintahannya luar biasa, lingkungannya tertata, dan berbagai fasilitas publiknya juga sangat baik,” tuturnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, para peserta akan melakukan studi lapangan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi pusat pembelajaran. Beberapa OPD yang menjadi lokasi studi antara lain Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

 

Melalui kunjungan ini, Kota Tangerang kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai daerah yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjadi contoh dalam membangun birokrasi modern, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.***