KILAS BANTEN – Kepanikan sempat menyelimuti sebuah acara hajatan di Kota Tangerang setelah jari telunjuk seorang balita terjepit benda berbahan seng. Berkat respons cepat petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang melalui UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Ciledug, jari korban berhasil dilepaskan dengan aman tanpa mengalami cedera serius.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 27 Juni 2026. Saat menghadiri hajatan bersama kedua orang tuanya, balita itu menemukan sebuah benda bulat berbahan seng yang memiliki lubang kecil di bagian tengah. Rasa penasaran membuatnya memasukkan jari telunjuk ke dalam lubang tersebut.
Tak lama kemudian, suasana berubah menjadi panik. Jari balita itu tidak bisa dikeluarkan sehingga ia menangis histeris karena kesakitan. Kedua orang tuanya berusaha melepaskan benda tersebut, namun logam yang menjepit jari sang anak terlalu erat sehingga upaya itu tidak berhasil.
Melihat kondisi tersebut, warga yang berada di lokasi segera menyarankan agar balita dibawa ke Pos UPT Damkar dan Penyelamatan Ciledug. Mereka menilai petugas Damkar memiliki peralatan khusus dan keahlian untuk menangani situasi darurat seperti itu dengan lebih aman.
Setelah menerima laporan, Regu 2 UPT Damkar dan Penyelamatan Ciledug langsung memberikan penanganan. Proses evakuasi berlangsung cukup menantang karena korban terus menangis dan meronta akibat menahan rasa sakit. Sementara itu, kedua orang tua terus berusaha menenangkan sang anak agar petugas dapat bekerja dengan aman dan teliti.
Komandan Regu 2 UPT Damkar Ciledug, Abdurrahman Yahya, mengatakan proses pelepasan benda berbahan seng tersebut memakan waktu sekitar 30 menit. Menurutnya, seluruh proses dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk mencegah luka pada jari korban bertambah parah.
“Benda bulat tersebut telah membuat luka kecil di jari sang balita. Jadi, agar luka tidak bertambah parah, proses pelepasannya kami lakukan dengan sangat hati-hati,” ujar Abdurrahman dalam keterangannya, Senin, 29 Juni 2026.
Petugas kemudian menggunakan peralatan khusus untuk memotong logam tersebut secara perlahan hingga terbelah. Setelah benda berhasil dipisahkan, jari telunjuk balita akhirnya dapat dilepaskan tanpa menimbulkan cedera tambahan.
“Dengan sangat hati-hati kami memotong benda berbahaya tersebut, dan jari sang balita dapat dilepaskan,” lanjut Abdurrahman.
Keberhasilan proses evakuasi itu disambut rasa syukur oleh keluarga korban. Ronald, ayah balita tersebut, menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas Damkar yang dinilai sigap, sabar, dan profesional selama menangani putranya.
“Kami sangat bersyukur atas kesigapan dan kesabaran petugas Damkar. Berkat mereka, benda itu akhirnya bisa terlepas dari jari telunjuk anak saya,” kata Ronald.
Usai proses penyelamatan selesai, balita tersebut dibawa pulang oleh orang tuanya untuk menjalani perawatan terhadap luka ringan di bagian jari. Kondisinya dilaporkan baik dan tidak mengalami cedera serius setelah benda seng berhasil dilepaskan.
Peristiwa ini kembali membuktikan bahwa tugas Damkar tidak hanya memadamkan kebakaran. Petugas juga memiliki peran penting dalam operasi penyelamatan atau rescue untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai kondisi darurat, termasuk insiden yang melibatkan anak-anak.
Kecepatan respons, ketelitian, serta penggunaan peralatan yang tepat menjadi faktor penting dalam keberhasilan evakuasi tersebut. Penanganan yang dilakukan secara hati-hati mampu meminimalkan risiko cedera yang lebih berat pada korban.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di tempat umum atau menghadiri acara yang ramai. Berbagai benda di sekitar yang tampak sederhana dapat menjadi sumber bahaya apabila dimainkan tanpa pendampingan orang dewasa. Pengawasan yang baik menjadi langkah penting untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi di kemudian hari.***

