KILAS BANTEN – Musyawarah Besar Warga Nahdlatul Ulama yang digelar di Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu, 21 Desember 2025, menjadi momentum penting bagi konsolidasi internal NU. Forum ini secara terbuka menyuarakan desakan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama agar segera mempercepat pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Desakan tersebut muncul di tengah konflik kepengurusan PBNU yang dinilai kian terbuka dan berlarut-larut.
Peserta Mubes menilai polemik internal berpotensi melemahkan NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia. Ketidakjelasan arah kepemimpinan dianggap dapat mengikis kepercayaan warga nahdliyin serta memicu polarisasi di internal organisasi. Karena itu, muktamar dipandang sebagai forum tertinggi dan paling sah untuk menyelesaikan persoalan secara konstitusional.
Seruan moral Mubes dibacakan langsung oleh Inayah Wahid, putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia menegaskan bahwa percepatan muktamar bukan sekadar agenda struktural, melainkan langkah strategis untuk menjaga keutuhan dan marwah NU.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Inayah, konflik yang dibiarkan berlarut-larut justru berisiko menyeret organisasi ke ranah hukum dan memperpanjang perpecahan.
“Berdasarkan kaidah dar’ul mafâsidi muqaddamun ‘alâ jalbil mashâlihi, demi mencegah polarisasi berkepanjangan, menghindari persengketaan di meja hukum, dan memastikan NU memiliki kepemimpinan yang stabil serta disepakati bersama, kami menyeru percepatan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU,” ujar Inayah saat membacakan pernyataan sikap Mubes, Minggu, 21 Desember 2025.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















