KILAS BANTEN – Pondok Pesantren Salafiyah Nahdlatul Ibad Banten terus memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman. Berlokasi di Jalan Nyimas Carik, Kampung Nangor, Desa Sukabares, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, pesantren ini tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga mengembangkan keterampilan santri agar mampu bersaing di tingkat global.
Pesantren yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Nahdlatul Ibad Banten ini menjalankan sistem pendidikan terpadu. Santri mengikuti pendidikan formal melalui jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Di saat yang sama, mereka juga memperdalam ilmu agama melalui kajian kitab kuning yang menjadi ciri khas pesantren salafiyah.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Pimpinan pesantren, Ust. Abi Muhibi, menjelaskan bahwa keseimbangan antara pendidikan formal dan agama menjadi kunci utama dalam pembinaan santri.
“Selain pendidikan formal, kami juga menekankan penguatan ilmu agama melalui kajian kitab kuning, serta pembinaan karakter santri agar berakhlakul karimah,” ujarnya, Rabu, 29 April 2026.
Ia menegaskan, pembentukan karakter menjadi prioritas utama. Nilai-nilai akhlak diajarkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Santri dibiasakan hidup disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab. Pendekatan ini bertujuan mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral.
Dalam pengembangan keterampilan, pesantren ini menghadirkan berbagai program unggulan. Salah satunya adalah tahfidz Al-Qur’an yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan hafalan santri.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















