KILAS BANTEN – Gubernur Banten Andra Soni, mendorong Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Provinsi Banten bergerak aktif memperkuat gerakan koperasi dan mendukung program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Dorongan itu disampaikan Andra Soni saat menerima kunjungan pengurus Dekopin Wilayah Banten di Kantor Gubernur Banten, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.
Menurut Andra Soni, keberadaan koperasi memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya di tingkat desa dan kelurahan. Karena itu, ia meminta Dekopin ikut mengambil peran besar dalam memastikan program Koperasi Merah Putih berjalan optimal di Provinsi Banten.
“Salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto itu Koperasi Desa Merah Putih. Harapannya Dekopin Wilayah Banten dapat berperan aktif untuk mendukung program tersebut,” kata Andra Soni, Sabtu, 23 Mei 2026.
Ia menjelaskan, koperasi tidak hanya menjadi wadah ekonomi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi instrumen pembangunan daerah apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Andra Soni juga meminta Dekopin membantu pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Menurutnya, setiap daerah di Banten memiliki sumber daya yang bisa dikembangkan melalui sistem koperasi.
“Saya berharap Dekopin dapat mengembangkan ekonomi daerah dengan potensi yang ada,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Banten mencatat perkembangan koperasi di wilayah tersebut terus meningkat. Berdasarkan laporan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten, saat ini terdapat 1.551 desa yang secara kelembagaan telah membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Selain itu, jumlah koperasi yang telah berdiri di Provinsi Banten juga mencapai lebih dari 5.000 unit. Pemerintah menilai jumlah tersebut menjadi modal besar dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di daerah.
“Tadi disampaikan oleh kepala dinas, ada 1.551 desa yang secara kelembagaan itu telah jadi. Dan ada 5.000 lebih koperasi yang sudah berdiri. Semoga Dekopin dapat membantu mendata mana yang aktif dan tidak,” ungkapnya.
Menurut Andra Soni, apabila ribuan koperasi tersebut aktif dan dikelola sesuai prinsip koperasi, dampaknya akan sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Banten.
Ia bahkan menilai kekuatan koperasi dapat menjadi penyeimbang sektor industri apabila seluruh koperasi mampu berjalan efektif dan produktif.
“Kalau jumlah itu aktif semua, itu bisa menyaingi jumlah industri yang ada di Banten. Kalau itu berjalan sesuai dengan cita-cita koperasi dan dioperasionalkan sesuai tujuan koperasi, pasti dampak pada pertumbuhan ekonomi juga akan terasa,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Dekopin Wilayah Provinsi Banten, Hasbi Sidik, mengatakan kunjungan pihaknya ke Kantor Gubernur Banten dilakukan sebagai ajang silaturahmi kepengurusan baru sekaligus meminta arahan terkait pengembangan koperasi di daerah.
Hasbi menjelaskan Dekopin merupakan organisasi gerakan koperasi yang menaungi berbagai koperasi, termasuk Koperasi Desa Merah Putih. Karena itu, pihaknya siap memberikan pembinaan dan fasilitasi guna mendukung keberhasilan program tersebut.
“Dekopin itu adalah salah satu organisasi tunggal gerakan koperasi yang di dalamnya adalah seluruh koperasi termasuk Koperasi Desa Merah Putih. Dekopin berperan memberikan fasilitasi berkaitan dengan pembinaan dan sebagainya,” katanya.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten, Agus Mintono, menyebut jumlah koperasi di Banten saat ini mencapai lebih dari 6.500 unit jika digabung dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Kooperasi yang sudah ada ini 5.000 sekian ditambah Koperasi Merah Putih 1.551, berarti sekitar 6.500 sekian,” ujarnya.
Pemprov Banten menyambut positif komitmen Dekopin dalam memperkuat tata kelola dan pembinaan koperasi di daerah. Pemerintah berharap seluruh insan koperasi di Banten dapat bersinergi untuk membangun ekonomi masyarakat berbasis desa dan kelurahan.
Program Koperasi Merah Putih sendiri diharapkan mampu menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi kerakyatan yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan.***

