Ia menilai, pendekatan digital relevan dengan karakter generasi milenial dan Gen Z yang akrab dengan teknologi. Dengan cara ini, KPU berharap pesan tentang pentingnya demokrasi dan kepemiluan bisa tersampaikan secara efektif.
Pandangan senada disampaikan Wakil Rektor II UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr Ali Muhtarom. Ia menilai literasi politik sebagai kebutuhan mendesak di tengah dinamika demokrasi yang terus berubah.
“Literasi politik sangat penting untuk dipahamkan kepada seluruh masyarakat, khususnya pemilih masa depan. Generasi muda memiliki kecenderungan dan pola pikir yang berbeda dalam menentukan pilihan politik,” kata Ali.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, dalam kajian kepemiluan terdapat tiga unsur utama, yakni peserta pemilu, penyelenggara, dan pemilih. Dari ketiga unsur tersebut, pemilih memiliki peran strategis karena menentukan arah demokrasi melalui pilihan politiknya.
“Dalam konteks pemilih, faktor generasi menjadi variabel penting. Hari ini yang banyak dibicarakan adalah generasi Z. Di Kota dan Kabupaten Serang, jumlah mereka cukup signifikan dan harus mendapat perhatian serius,” ujarnya.
Ali menegaskan bahwa literasi politik tidak boleh dipahami secara sempit. Literasi politik, menurutnya, bukan hanya soal teknis mencoblos saat pemilu, tetapi juga mencakup pemahaman nilai-nilai demokrasi, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran untuk berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab.
“Literasi politik itu soal membangun kesadaran, kemampuan analisis kritis, dan keberanian berpartisipasi. Ini penting agar pemilih muda tidak sekadar menjadi objek politik,” katanya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















