Ia mengingatkan, rendahnya literasi politik membuat generasi muda rentan terpapar informasi menyesatkan, hoaks, maupun kepentingan politik tertentu. Kondisi tersebut berpotensi merusak kualitas demokrasi jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Pendidikan politik harus menjadi benteng. Tanpa literasi yang kuat, pemilih muda bisa dengan mudah dimanipulasi oleh sistem atau oleh target politik tertentu,” ucap Ali.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, Ali mengakui tantangan literasi politik masih cukup besar. Salah satunya adalah rendahnya daya kritis sebagian masyarakat dalam menentukan pilihan. Pola memilih rasional, kritis, tradisional, hingga skeptis masih bercampur dalam praktik politik sehari-hari.
Ia juga menyinggung fenomena politik identitas yang meskipun mulai bergeser, masih ditemukan di sejumlah daerah. Menurutnya, generasi muda cenderung lebih rasional, namun pengaruh identitas belum sepenuhnya hilang.
“Politik identitas masih bergaung di beberapa wilayah. Secara umum memang mulai berkurang, tetapi tetap harus diwaspadai,” ujarnya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
















