Ia menegaskan konsep B2SA bukan hanya soal jumlah makanan yang dikonsumsi anak, tetapi juga kualitas dan keamanan pangan sehari-hari. Pemerintah ingin memastikan pola makan anak memenuhi unsur gizi yang seimbang agar risiko stunting dapat ditekan sejak dini.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Selain menyalurkan bantuan pangan, DKP Kota Tangerang juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pola konsumsi sehat dalam keluarga. Orang tua didorong lebih memahami cara memilih dan mengolah bahan pangan lokal agar tetap bernilai gizi tinggi dan disukai anak.
“Penyaluran ini bukan hanya tentang memberikan bahan makanan, tapi juga mengedukasi masyarakat bahwa pemenuhan gizi yang baik harus memenuhi unsur Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA),” kata Lisnah.
Program tersebut mendapat dukungan dari kader kesehatan dan kader lingkungan di wilayah setempat. Mereka diharapkan aktif mendampingi orang tua dalam memantau perkembangan berat badan dan kondisi kesehatan balita secara berkala.
Pendampingan dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan stunting di tingkat wilayah. Dengan pengawasan rutin, perubahan kondisi kesehatan anak dapat segera diketahui sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Pemerintah Kota Tangerang juga terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya menekan angka stunting. Selain bantuan pangan, pemerintah meningkatkan layanan kesehatan, edukasi gizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak hingga tingkat kelurahan dan kecamatan.
Penulis : Wahyu
Editor : Taufik
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















