Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan bahwa dampak banjir di Desa Citasuk cukup luas. Berdasarkan data sementara di lapangan, sedikitnya satu rukun warga terdampak langsung oleh banjir tersebut.
“Ini lumayan banyak yang terdampak, kurang lebih satu RW, sekitar 350 kepala keluarga,” ujar Ratu Rachmatuzakiyah di lokasi banjir, Jumat, 19 Desember 2025.
Ia menjelaskan, banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Namun, faktor utama yang memperburuk kondisi adalah pendangkalan Sungai Cikalumpang. Akibatnya, air meluap dengan cepat dan masuk ke permukiman warga.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, penanganan banjir tidak bisa hanya bersifat darurat. Diperlukan langkah jangka panjang agar banjir serupa tidak terus terjadi setiap musim hujan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Serang akan segera membahas langkah teknis bersama organisasi perangkat daerah terkait.
Pada kesempatan tersebut, Ratu Rachmatuzakiyah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan bencana. Ia mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPBD, Tagana, PMI, serta para relawan yang membantu proses evakuasi dan penyaluran bantuan.
“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Serang, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu mengevakuasi warga terdampak banjir sejak Kamis,” katanya.
Pemkab Serang, lanjutnya, akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk membahas rencana normalisasi Sungai Cikalumpang. Normalisasi dinilai menjadi solusi penting untuk mengatasi pendangkalan sungai.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















