DPRD Kabupaten Serang Pasang Target Tinggi PAD 2026, Industri dan Pajak Kendaraan Jadi Kunci Lonjakan Pendapatan

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi III DPRD Kabupaten Serang saat melakukan kunjungan dan dialog dengan pelaku industri guna mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah

i

Komisi III DPRD Kabupaten Serang saat melakukan kunjungan dan dialog dengan pelaku industri guna mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah

Asep menjelaskan, pendekatan persuasif menjadi strategi utama dalam mendorong kepatuhan pajak. Komisi III mengingatkan bahwa pajak yang dibayarkan industri akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan peningkatan layanan publik. Ia menekankan bahwa pembayaran pajak tepat waktu sangat menentukan keberlanjutan pembangunan daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi III juga menemukan sejumlah persoalan. Salah satunya terkait penilaian Pajak Bumi dan Bangunan pada sektor industri. Asep mengungkapkan masih ada perusahaan yang nilai PBB-nya belum diperbarui selama lebih dari 10 tahun.

“Kami mendorong agar penilaian ulang segera dilakukan. Nilai pajak harus disesuaikan dengan kondisi dan nilai aset saat ini,” katanya.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Asep, keterbatasan sumber daya di organisasi perangkat daerah menjadi tantangan tersendiri. Luas wilayah Kabupaten Serang yang mencakup 29 kecamatan dan 326 desa membuat proses pendataan tidak bisa dilakukan secara bersamaan. Meski demikian, ia menilai pembaruan data harus tetap dilakukan secara bertahap agar potensi PAD tidak terus tertahan.

Baca Juga  Soal Bangunan Perpustakaan Daerah Kabupaten Serang di Sindangsari, DPRD Soroti Risiko Denda hingga Ancaman Sanksi Pusat

Sorotan Komisi III juga tertuju pada sektor pajak kendaraan bermotor. Asep menilai masih banyak kendaraan operasional milik industri yang menggunakan pelat nomor luar daerah. Kondisi ini berpotensi mengurangi pendapatan bagi hasil pajak kendaraan untuk Kabupaten Serang.

“Kami mendorong perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Serang agar menggunakan kendaraan berpelat Serang. Kendaraan milik perusahaan yang masih beralamat luar daerah juga bisa dipindahkan alamatnya. Ini berdampak langsung pada pendapatan daerah,” ujarnya.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang
Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global
PHK Sepihak dan THR Tak Dibayar, PT Asietex Disorot: Mediasi Mandek, Buruh Tuntut Kepastian
Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin
DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
DPRD Kabupaten Serang menyoroti PAD 2025 sebagai evaluasi menuju target lebih tinggi pada 2026. Komisi III fokus mengoptimalkan sektor industri, pajak daerah, dan pajak kendaraan bermotor demi mendongkrak pendapatan

Berita Terkait

-

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang

-

PHK Sepihak dan THR Tak Dibayar, PT Asietex Disorot: Mediasi Mandek, Buruh Tuntut Kepastian

-

Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

Berita Terbaru