“Saya minta seluruh kepala perangkat daerah konsisten menggunakan SIBOSS. Ini bukan hanya soal aplikasi, tetapi harus menjadi budaya kerja baru agar pengelolaan keuangan semakin profesional dan terbuka,” kata Ratu Rachmatuzakiyah di Aula TB Suwandi, Sekretariat Daerah Kabupaten Serang, Selasa, 13 Januari 2026.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati juga menegaskan bahwa awal tahun bukan waktu untuk penyesuaian yang berlarut-larut. Ia meminta seluruh OPD langsung bekerja menjalankan program prioritas. Hasilnya harus bisa dirasakan masyarakat dalam waktu singkat.
“Tahun 2026 bukan waktu pemanasan. Kita harus langsung berlari. Pelayanan publik tidak boleh tertunda hanya karena persoalan administrasi,” ujarnya.
Target 100 hari kerja diarahkan pada program quick wins. Program ini difokuskan pada kegiatan yang berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat. Pelayanan dasar, penanganan lingkungan, hingga respons cepat terhadap keluhan warga menjadi perhatian utama. Dalam konteks ini, Bupati menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral antar-OPD.
Menurutnya, persoalan strategis seperti pengelolaan sampah dan percepatan layanan publik tidak bisa diselesaikan secara parsial. Kolaborasi lintas perangkat daerah menjadi kunci. Ia juga meminta pejabat eselon III memastikan proses pengadaan barang dan jasa yang bersifat mendesak sudah berjalan sejak Januari.
Untuk memastikan program berjalan sesuai rencana, Sekretaris Daerah dan Inspektorat Kabupaten Serang diminta menyiapkan dashboard evaluasi kinerja. Sistem ini akan memantau progres program OPD secara real time. Dengan begitu, hambatan bisa segera terdeteksi dan diselesaikan lebih cepat.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















