KILAS BANTEN – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten tancap gas memperluas akses pendidikan tinggi di Provinsi Banten. Kampus negeri tersebut memperkuat sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten melalui audiensi resmi, Selasa, 3 Februari 2026. Langkah ini ditempuh untuk mendorong peningkatan minat lulusan SMA, SMK, dan sederajat agar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Audiensi digelar di ruang kerja Kepala Dindikbud Provinsi Banten. Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Rektor I UIN SMH Banten Dr. H. Nana Jumhana, M.Ag., Wakil Rektor III Dr. Dedi Sunardi, M.H., serta Kepala Biro Akademik, Administrasi Umum, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK). Rombongan disambut langsung oleh Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Dr. H. Jamaluddin, M.Pd.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan itu, UIN SMH Banten menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Kolaborasi dinilai menjadi kunci untuk membuka akses pendidikan tinggi yang lebih merata, khususnya bagi siswa di daerah. Fokus utama pembahasan diarahkan pada sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2026 yang saat ini sedang berlangsung.
Wakil Rektor I UIN SMH Banten, Nana Jumhana, menyampaikan bahwa kapasitas akademik kampus terus berkembang. Saat ini, UIN SMH Banten memiliki 28 program studi yang tersebar di enam fakultas. Program studi tersebut mencakup rumpun keilmuan keislaman hingga sains dan ilmu umum.
“UIN SMH Banten memiliki 28 program studi dari enam fakultas. Salah satunya Fakultas Sains yang berada di bawah Kemendikbud karena berbasis keilmuan umum. Kami berharap Dindikbud Provinsi Banten dapat membantu mengajak siswa untuk melanjutkan studi ke UIN SMH Banten,” ujar Nana, ditulis Selasa, 10 Februari 2026.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















