“Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi generasi mendatang. Baik bagi pengambil kebijakan, akademisi, maupun masyarakat luas yang ingin memahami sejarah dan kompleksitas penyelenggaraan haji di Indonesia,” ujar Prof Ishom dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 17 Desember 2025.
Peluncuran buku berlangsung khidmat dan sarat makna simbolik. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Hilman Latief, menyerahkan buku “Haji di Era Kemenag” secara simbolis kepada Menteri Agama Prof Nasarudin Umar dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof Kamaruddin Amin. Prosesi ini disaksikan para pejabat eselon dan peserta Rapat Kerja Kementerian Agama dari berbagai daerah.
Dalam proses penyusunan, Prof Ishom tidak hanya terlibat sebagai penulis. Ia mengemban tanggung jawab besar sebagai koordinator yang mengorkestrasi kontribusi para akademisi, praktisi, dan birokrat. Kolaborasi lintas bidang tersebut menghasilkan narasi besar yang merekam perjalanan pengelolaan haji Indonesia selama lebih dari tujuh dekade secara utuh dan berimbang.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Buku ini juga mencerminkan keseriusan Kementerian Agama dalam menjaga memori institusional. Setiap kebijakan, inovasi layanan, serta tantangan yang pernah dihadapi disusun secara sistematis sebagai bahan pembelajaran. Pendekatan dokumentatif dan analitis yang digunakan diharapkan mampu menjadi pijakan bagi reformasi dan peningkatan kualitas pelayanan jemaah haji di masa depan.
Lebih dari sekadar agenda peluncuran buku, kegiatan ini menjadi simbol peneguhan legacy Kementerian Agama. Melalui karya tulis ini, Kemenag meninggalkan jejak intelektual dan historis yang menandai berakhirnya satu era pengelolaan haji nasional, sekaligus membuka ruang refleksi menuju tata kelola baru yang lebih adaptif dan profesional.
Penulis : Dayat
Editor : Rizki
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















