Guncang Sejarah Haji Nasional: Rektor UIN Banten Pimpin Buku Monumental “Haji di Era Kemenag”

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor UIN SMH Banten Prof Muhammad Ishom bersama jajaran pimpinan Kementerian Agama saat soft launching buku Haji di Era Kemenag dalam Rapat Kerja Pejabat Kemenag di Serpong, Tangerang Selatan.

i

Rektor UIN SMH Banten Prof Muhammad Ishom bersama jajaran pimpinan Kementerian Agama saat soft launching buku Haji di Era Kemenag dalam Rapat Kerja Pejabat Kemenag di Serpong, Tangerang Selatan.

“Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi generasi mendatang. Baik bagi pengambil kebijakan, akademisi, maupun masyarakat luas yang ingin memahami sejarah dan kompleksitas penyelenggaraan haji di Indonesia,” ujar Prof Ishom dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 17 Desember 2025.

Peluncuran buku berlangsung khidmat dan sarat makna simbolik. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Hilman Latief, menyerahkan buku “Haji di Era Kemenag” secara simbolis kepada Menteri Agama Prof Nasarudin Umar dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof Kamaruddin Amin. Prosesi ini disaksikan para pejabat eselon dan peserta Rapat Kerja Kementerian Agama dari berbagai daerah.

Dalam proses penyusunan, Prof Ishom tidak hanya terlibat sebagai penulis. Ia mengemban tanggung jawab besar sebagai koordinator yang mengorkestrasi kontribusi para akademisi, praktisi, dan birokrat. Kolaborasi lintas bidang tersebut menghasilkan narasi besar yang merekam perjalanan pengelolaan haji Indonesia selama lebih dari tujuh dekade secara utuh dan berimbang.

Buku ini juga mencerminkan keseriusan Kementerian Agama dalam menjaga memori institusional. Setiap kebijakan, inovasi layanan, serta tantangan yang pernah dihadapi disusun secara sistematis sebagai bahan pembelajaran. Pendekatan dokumentatif dan analitis yang digunakan diharapkan mampu menjadi pijakan bagi reformasi dan peningkatan kualitas pelayanan jemaah haji di masa depan.

Lebih dari sekadar agenda peluncuran buku, kegiatan ini menjadi simbol peneguhan legacy Kementerian Agama. Melalui karya tulis ini, Kemenag meninggalkan jejak intelektual dan historis yang menandai berakhirnya satu era pengelolaan haji nasional, sekaligus membuka ruang refleksi menuju tata kelola baru yang lebih adaptif dan profesional.

Penulis : Dayat

Editor : Rizki

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Digedor di Era Digital, UIN Banten Ajak Mahasantri Tulis Buku dan Lawan Budaya Instan
UIN Banten Resmi Jadi Markas KKN Nusantara 2026, Ribuan Mahasiswa Siap Turun Tangan Bangun Negeri
Dies Natalis ke-27, Universitas Raharja Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Digital di Kota Tangerang
Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang
Wisuda UIN Banten 2026, Prof Muhammad Ishom Tegas Sebut Tak Ada Alumni PTKIN Menganggur, Lulusan Diminta Siap Hadapi Dunia Nyata
UIN Banten Gandeng Bank Indonesia, Program Beasisawa hingga Kebanksentralan 2026 Dibidik untuk Civitas Akademika dan Mahasiswa
Gerakan Pramuka Kampus, UIN SMH Banten Siapkan Jurnal Ilmiah hingga SKS untuk Mahasiswa Aktif
UIN Banten Tembus 10 Besar PTKIN Terbaik Versi UniRank 2026, Bukti Kampus Islam Makin Kompetitif
Rektor UIN SMH Banten Prof Muhammad Ishom menjadi koordinator penulis buku “Haji di Era Kemenag” yang diluncurkan pada Rakernas Kemenag 2025. Buku ini merekam 75 tahun pengelolaan haji Indonesia dan menandai transisi menuju era Kementerian Haji dan Umrah.

Berita Terkait

-

Digedor di Era Digital, UIN Banten Ajak Mahasantri Tulis Buku dan Lawan Budaya Instan

-

UIN Banten Resmi Jadi Markas KKN Nusantara 2026, Ribuan Mahasiswa Siap Turun Tangan Bangun Negeri

-

Dies Natalis ke-27, Universitas Raharja Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Digital di Kota Tangerang

-

Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang

-

Wisuda UIN Banten 2026, Prof Muhammad Ishom Tegas Sebut Tak Ada Alumni PTKIN Menganggur, Lulusan Diminta Siap Hadapi Dunia Nyata

Berita Terbaru