Seorang anggota aparat yang berada di lokasi menjelaskan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 10.00 WIB dan menyebabkan warga panik. Ia menyebutkan, petugas langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami langsung melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kondisi dan melihat apakah ada korban jiwa,” ujarnya dalam rekaman video yang beredar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang membenarkan kejadian longsor tersebut. Anggota Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Serang, Jhonny E Wangga, mengatakan pihaknya menerima laporan tidak lama setelah kejadian dan segera mengirimkan tim ke lokasi.
Menurut Jhonny, hasil pengecekan sementara memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor di Gunung Kaupas. Ia menjelaskan bahwa jarak antara titik longsor dengan permukiman warga cukup jauh, yakni sekitar satu kilometer, sehingga tidak berdampak langsung terhadap rumah penduduk.
“Tim sudah turun ke lapangan. Sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa,” kata Jhonny saat dikonfirmasi.
Meski tidak menimbulkan korban, BPBD Kabupaten Serang tetap mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Jhonny menegaskan, kondisi Gunung Kaupas masih berpotensi mengalami longsor susulan, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Ia menjelaskan, kontur Gunung Kaupas berupa lereng yang cukup curam. Kondisi tersebut membuat tanah rentan bergerak saat jenuh air. Faktor curah hujan menjadi salah satu pemicu utama terjadinya longsor di wilayah tersebut.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















