“Di dalam makam sudah tidak ada apa-apa,” ujar Saepi.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa ini menimbulkan keheranan di tengah warga dan keluarga. Makam tersebut sudah berusia sekitar tujuh tahun.
Menurut Saepi, pihak keluarga juga mempertanyakan motif pembongkaran makam yang sudah lama.
“Kalau sudah tujuh tahun, pasti ada tujuan tertentu. Ini yang bikin bingung,” ucapnya.
Saepi menambahkan, di sekitar lokasi tidak ditemukan alat gali seperti cangkul atau sekop. Bekas galian juga terlihat bersih dan teratur. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa pembongkaran dilakukan secara sengaja oleh manusia.
“Kalau binatang, bentuk galiannya tidak mungkin serapi itu,” katanya.
Ia juga memastikan tidak ada orang asing yang terlihat mencurigakan sebelum kejadian. Selama ini, TPU Kramat Junti memang sering didatangi peziarah.
Namun, para peziarah biasanya meminta izin kepada petugas atau warga sekitar.
“Enggak ada yang aneh. Tapi kok akhirnya bisa begini,” ujar Saepi.
Menanggapi isu yang berkembang di masyarakat, termasuk dugaan praktik tertentu, Saepi memilih tidak berspekulasi.
Ia menegaskan tidak mengetahui motif di balik hilangnya jasad tersebut. Makam yang dibongkar diketahui merupakan makam almarhum Sajim, warga Kampung Junti Gardu, yang semasa hidup dikenal sebagai sosok sederhana dan dihormati. Almarhum meninggal dunia karena faktor usia.
Petugas keamanan Desa Junti, Emon, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, berdasarkan keterangan warga, makam pertama kali terlihat terbongkar oleh seorang petani yang sedang berada di area persawahan dekat TPU.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















