Tidak hanya pengurus FKUB, ia juga menilai masyarakat umum tidak perlu ragu memenuhi undangan perayaan keagamaan agama lain. Selama niatnya baik dan tidak melanggar keyakinan pribadi, kehadiran tersebut sah secara sosial.
“Walaupun bukan pengurus FKUB, kalau dapat undangan, tidak apa-apa untuk hadir,” katanya.
Dalam pernyataannya, KH Saudi Mu’in menyoroti maraknya tudingan negatif terhadap tokoh agama yang hadir dalam perayaan Natal. Ia menyayangkan munculnya anggapan bahwa kehadiran tersebut dilandasi kepentingan tertentu, mulai dari pencitraan hingga tuduhan menerima imbalan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, tuduhan tanpa dasar yang jelas merupakan fitnah. Menurutnya, fitnah jauh lebih berbahaya dibandingkan perbedaan pandangan. Fitnah berpotensi merusak kepercayaan publik dan merusak tatanan sosial yang sudah dibangun dengan susah payah.
“Kalau menuduh tanpa bukti, itu namanya fitnah. Lebih baik orang yang memenuhi undangan daripada orang yang sibuk memfitnah,” tegasnya.
KH Saudi Mu’in juga mengingatkan tanggung jawab besar para tokoh agama. Setiap ucapan dan sikap mereka dapat memengaruhi cara berpikir umat. Ia menilai sangat berbahaya jika seorang penceramah justru membenarkan fitnah di hadapan jamaah.
“Kalau tokoh agama membenarkan fitnah dalam pengajian, dampaknya sangat buruk. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ujarnya.
Ia mengajak para ulama, kiai, dan penceramah untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pesan keagamaan. Umat, kata dia, harus dibimbing agar terbiasa berpikir jernih, tidak mudah terprovokasi, dan tidak tergesa-gesa menghakimi orang lain.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















