Hilal Tenggelam Lebih Dulu di Banten, Sinyal Kuat Awal Puasa Ramadhan 2026 Jatuh Kamis

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Kemenag Banten bersama BMKG melakukan rukyatul hilal di Gedung Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Selasa, 17 Februari 2026

i

Tim Kemenag Banten bersama BMKG melakukan rukyatul hilal di Gedung Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Selasa, 17 Februari 2026

 

“Perbedaan itu hal biasa. Bagi yang sudah melaksanakan tarawih malam ini berdasarkan keyakinannya, itu sah-sah saja. Ini soal metodologi dan keyakinan,” kata Ali.

 

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengimbau masyarakat menjaga toleransi jika terjadi perbedaan awal puasa Ramadhan 2026. Menurutnya, semangat tasamuh harus dikedepankan.

 

“Yang penting kita saling memahami. Jangan merasa paling benar. Kita sama-sama menegakkan nilai rahmatan lil alamin,” tegasnya.

 

Tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut mendampingi proses observasi. Petugas BMKG, Margi, menjelaskan timnya memulai persiapan sejak pukul 13.00 WIB. Mereka menghitung koordinat lokasi, ketinggian tempat, waktu terbenam matahari dan bulan, serta sudut elongasi.

 

“Kami tentukan dulu koordinat lokasi, ketinggian tempat, waktu terbenam matahari dan bulan, serta sudut elongasi. Setelah itu alat diarahkan sesuai posisi bulan yang diprediksi,” jelasnya.

Baca Juga  Kafilah Kota Serang Dilepas Ikuti MTQ Banten 2025, Bonus Puluhan Juta Menanti Para Juara

 

BMKG menggunakan teropong standar yang dipakai dalam rukyat di berbagai daerah. Namun data menunjukkan bulan lebih dulu terbenam dibanding matahari. Situasi itu membuat hilal tidak mungkin terlihat secara kasat mata.

 

Dekan Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Iin Ratna Sumirat, menilai kegiatan rukyat ini penting sebagai sarana edukasi publik. Ia menekankan bahwa penentuan awal Ramadhan memadukan metode hisab dan rukyat.

 

“Penentuan awal Ramadhan memang menggunakan metode hisab. Tetapi hari ini kita membuktikan secara rukyat. Jadi ada pembuktian antara perhitungan dan pengamatan langsung,” ujarnya.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UIN Banten Resmi Jadi Markas KKN Nusantara 2026, Ribuan Mahasiswa Siap Turun Tangan Bangun Negeri
Dies Natalis ke-27, Universitas Raharja Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Digital di Kota Tangerang
Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang
Wisuda UIN Banten 2026, Prof Muhammad Ishom Tegas Sebut Tak Ada Alumni PTKIN Menganggur, Lulusan Diminta Siap Hadapi Dunia Nyata
UIN Banten Gandeng Bank Indonesia, Program Beasisawa hingga Kebanksentralan 2026 Dibidik untuk Civitas Akademika dan Mahasiswa
Gerakan Pramuka Kampus, UIN SMH Banten Siapkan Jurnal Ilmiah hingga SKS untuk Mahasiswa Aktif
UIN Banten Tembus 10 Besar PTKIN Terbaik Versi UniRank 2026, Bukti Kampus Islam Makin Kompetitif
Gubernur Banten Andra Soni Sidak Tengah Malam di Merak, Pastikan Arus Mudik Lebaran 2026 Tanpa Hambatan
Hilal tidak terlihat di Banten dengan posisi minus 1 derajat. Kemenag Banten menyebut awal puasa Ramadhan 2026 berpotensi dimulai Kamis, 19 Februari 2026, menunggu hasil sidang isbat nasional.

Berita Terkait

-

Dies Natalis ke-27, Universitas Raharja Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Digital di Kota Tangerang

-

Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang

-

Wisuda UIN Banten 2026, Prof Muhammad Ishom Tegas Sebut Tak Ada Alumni PTKIN Menganggur, Lulusan Diminta Siap Hadapi Dunia Nyata

-

UIN Banten Gandeng Bank Indonesia, Program Beasisawa hingga Kebanksentralan 2026 Dibidik untuk Civitas Akademika dan Mahasiswa

-

Gerakan Pramuka Kampus, UIN SMH Banten Siapkan Jurnal Ilmiah hingga SKS untuk Mahasiswa Aktif

Berita Terbaru