“Jemaah yang sudah haji itu biasanya haus ilmu dan haus motivasi. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” katanya.
Selain pembinaan, Umi juga menyoroti tantangan pembiayaan haji yang masih dirasakan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa Kemenhaj Kota Serang terus mendorong skema pembiayaan yang lebih inklusif dan mudah diakses.
“Kami sudah mengajukan program ke perbankan. Ada talangan haji dan skema cicilan,” jelas Umi.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, cicilan porsi haji terbukti lebih diminati dibandingkan produk cicilan lain. Respons masyarakat dinilai sangat positif ketika opsi cicilan haji ditawarkan.
“Kalau cicilan emas belum tentu diminati. Tapi saat cicilan haji ditawarkan, banyak yang langsung tertarik,” ujarnya.
Umi menambahkan, sejumlah bank telah terlibat dalam program ini, di antaranya Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Mega Syariah. Kerja sama tersebut juga disertai promo tertentu untuk meringankan calon jemaah.
Pengalaman serupa pernah diterapkan Umi saat bertugas di daerah lain. Ia mencontohkan Kota Cilegon, yang berhasil meningkatkan minat pendaftaran haji melalui skema cicilan porsi.
“Di Cilegon itu sangat ramai. Dalam satu periode, sekitar 140 guru mengambil porsi haji,” ungkapnya.
Ia optimistis Kota Serang memiliki potensi yang sama. Dengan kolaborasi lintas sektor, Umi yakin angka pendaftar haji dapat meningkat signifikan.
Di sisi lain, Ketua ISNU Kota Serang, Asep Najmutsakib, menyatakan kesiapan organisasinya untuk terlibat aktif dalam agenda pembinaan umat. Ia menekankan pentingnya pendekatan kreatif untuk merangkul generasi muda.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















