“Peran sarjana tidak hanya mengkritik. Kita harus hadir membawa solusi dan keberpihakan pada nilai kemaslahatan,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai kehadiran Ketua DPRD Kota Serang dalam kegiatan tersebut menjadi awal yang baik untuk membangun komunikasi yang sehat dan mencegah berkembangnya misinformasi di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Asep memaparkan sejumlah program konkret yang akan dijalankan ISNU Kota Serang. Salah satunya adalah mendorong pelaksanaan isbat nikah massal bagi pasangan suami istri yang belum memiliki buku nikah. Program ini dirancang sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan legalitas perkawinan yang masih ditemui di masyarakat.
ISNU berencana menggandeng Pengadilan Agama, Kantor Urusan Agama (KUA) di enam kecamatan, serta pemerintah daerah. Tujuannya untuk membantu masyarakat memperoleh kepastian hukum atas status perkawinan dengan prosedur yang mudah dan terjangkau.
“Ini bentuk kontribusi nyata ISNU untuk masyarakat. Kami ingin membantu warga memiliki legalitas perkawinan secara resmi,” ujar Asep.
Asep menegaskan, hingga 2029 mendatang, ISNU Kota Serang akan bergerak lintas sektor dan lintas dimensi.
Ia berharap ISNU menjadi pusat konsolidasi ide dan gagasan sarjana NU sekaligus motor penggerak perubahan.
“ISNU harus berdaya bersama. Kita berjalan seiring dengan eksekutif, legislatif, dan yudikatif untuk mendorong kemajuan Kota Serang,” pungkasnya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten

















