Kasum TNI Terjun ke Tapanuli, Genjot Rehabilitasi Pascabencana dan Pastikan Warga Tak Lagi Krisis Air Bersih

Kilas Banten
31 Mei 2026 07:00
3 menit membaca

 

Menurut Richard Tampubolon, pembangunan fasilitas air bersih dilakukan setelah pihaknya menerima berbagai laporan dan masukan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi maupun kabupaten. Dari hasil koordinasi tersebut, kebutuhan terhadap akses air bersih menjadi persoalan paling mendesak yang harus segera ditangani.

 

“Dari masukan BPBD Provinsi dan Kabupaten, yang paling dibutuhkan masyarakat adalah air bersih. Setelah berkoordinasi dan komunikasi intensif, kami memutuskan membangun sumur bor dan instalasi air masing-masing lima unit di Tapanuli Tengah dan lima unit di Tapanuli Selatan,” ujar Richard Tampubolon, Minggu, 31 Mei 2026.

 

Ia menegaskan bahwa ketersediaan air bersih memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan masyarakat selama masa pemulihan. Karena itu, pembangunan fasilitas tersebut menjadi salah satu prioritas utama yang harus segera direalisasikan agar warga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Baca Juga  KKN Nusantara 2026 Bakal Digelar di Pedalaman Baduy Banten, Mahasiswa Siap Tinggal 40 Hari untuk Belajar Budaya Adat

 

Richard berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Ia juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga dan merawat sarana tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

 

“Kami berharap sumur bor dan instalasi air bersih ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga rusunawa dan huntara. Fasilitas ini harus dijaga dan dirawat bersama,” katanya.

 

Kehadiran TNI dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana menjadi bukti komitmen untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Dukungan yang diberikan tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga lewat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.