Heboh Lagi, Pandji Pragiwaksono Dilaporkan MPS Banten ke Polisi: Materi Stand Up “Mens Rea” Dinilai Lakukan Penistaan Agama

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten yang mempersoalkan materi stand up comedy berjudul Mens Rea, dilaporkan pada Kamis malam, 22 Januari 2026, di Polda Metro Jaya.

i

Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten yang mempersoalkan materi stand up comedy berjudul Mens Rea, dilaporkan pada Kamis malam, 22 Januari 2026, di Polda Metro Jaya.

KILAS BANTEN – Komika Pandji Pragiwaksono kembali berurusan dengan aparat penegak hukum. Kali ini, laporan datang dari Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten yang mempersoalkan materi stand up comedy berjudul Mens Rea. Materi tersebut dinilai mengandung pernyataan yang menyinggung nilai-nilai keagamaan.

 

Laporan itu dibuat pada Kamis malam, 22 Januari 2026, di Polda Metro Jaya. MPS Banten menilai ada bagian dalam pertunjukan Pandji yang berpotensi menimbulkan tafsir keliru terkait ajaran Islam, khususnya mengenai ibadah salat dan makna kebaikan seorang Muslim.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sorotan utama laporan terletak pada narasi Pandji yang menyebut bahwa seseorang yang tidak pernah meninggalkan salat lima waktu tidak otomatis dapat disebut sebagai orang baik. Pernyataan itu dinilai bertentangan dengan prinsip dasar ajaran Islam yang menempatkan salat sebagai kewajiban utama.

Baca Juga  Kontroversi Komika Pandji, Tokoh Agama Banten Embay Tegaskan Ada Unsur Pelecehan Ibadah dan Umat Islam Tersinggung

 

Ketua Dewan Pembina MPS Banten, KH Matin Syakorwi, menyampaikan keberatan tersebut secara terbuka. Ia menegaskan bahwa dalam Islam, salat bukan sekadar rutinitas, melainkan indikator penting ketaatan dan kebaikan seorang Muslim.

 

“Orang yang rajin salat dan tidak pernah meninggalkan salat karena tidak pernah bolong-bolong, diyakini sebagai orang baik. Yang menjamin itu Al-Qur’an dan hadis,” ujar KH Matin kepada wartawan saat ditemui di Mapolda Metro Jaya.

 

Menurut KH Matin, pernyataan dalam materi Mens Rea berpotensi membingungkan masyarakat. Ia menilai penyampaian tersebut dapat menggeser pemahaman publik tentang posisi salat dalam ajaran Islam. Padahal, salat selama ini dipahami sebagai fondasi utama keimanan.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T
PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029
Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa
Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan
Ledakan Semangat Anak Muda, PeaceLab Jadi Motor Baru Gerakan Perdamaian Berbasis Budaya dan Sejarah
Himbauan Mudik 2026, Dewan Pembina DPP Biwali KH Matin Syarkowi Ingatkan Bahaya Ngebut: Nyawa Taruhannya
Dibuka 1 April, Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Siap Biayai Kuliah Mahasiswa Berprestasi, Ini Syarat dan Sasarannya
Aktivis HAM Disiram Air Keras Usai Kritik Negara, LBH PB PMII Sebut Teror terhadap Demokrasi
Pandji Pragiwaksono kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Majelis Pesantren Salafiyah Banten mempersoalkan materi stand up comedy Mens Rea yang dinilai menyinggung ajaran Islam dan ibadah salat.

Berita Terkait

-

Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T

-

PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029

-

Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa

-

Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan

-

Ledakan Semangat Anak Muda, PeaceLab Jadi Motor Baru Gerakan Perdamaian Berbasis Budaya dan Sejarah

Berita Terbaru