KILAS BANTEN – Musyawarah Kubro yang berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, menyedot perhatian luas dari kalangan ulama dan warga Nahdlatul Ulama. Forum ini dinilai menjadi ruang strategis untuk meredakan ketegangan dan menyatukan pandangan di tengah dinamika internal umat.
Ulama Banten yang juga menjabat A’wan PBNU Masa Khidmat 2021-2026, KH Matin Syarkowi, menegaskan bahwa musyawarah tersebut merupakan seruan Islah yang murni dan tidak layak dicurigai sebagai agenda tersembunyi.
KH Matin Syarkowi mengikuti jalannya Musyawarah Kubro secara daring melalui Zoom Meeting. Ia mengaku sempat berencana hadir langsung ke Lirboyo. Namun, keterbatasan waktu membuat rencana itu urung terlaksana. Meski begitu, ia memastikan tetap mengikuti setiap proses dan pembahasan dengan penuh perhatian.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya mengikuti Zoom Meeting dengan saksama. Sebenarnya ingin datang langsung ke Lirboyo dan sowan kepada para masyaikh, tapi waktu tidak memungkinkan,” ujar KH Matin saat ditemui di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Tengkele, Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Minggu, 21 Desember 2025.
Menurut KH Matin, berbagai pandangan dan masukan yang disampaikan dalam Musyawarah Kubro mencerminkan nilai-nilai Islam yang mengedepankan kebijaksanaan dan jalan tengah.
Ia menilai musyawarah adalah pilihan terbaik dalam menyelesaikan persoalan, terutama ketika konflik berpotensi menimbulkan perpecahan.
“Pandangan para masyaikh itu adalah jalan yang baik. Tidak ada jalan yang lebih tepat selain jalan Islah,” katanya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















