Advertisement
Serang

Jelang Mudik Lebaran 2026: Dewan Ahmad Muhibbin Ingatkan “Nyawa Lebih Penting dari Cepat Sampai”

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin mengingatkan warga agar memprioritaskan keselamatan, kesehatan, dan kesiapan kendaraan demi mencegah kecelakaan.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin mengingatkan warga agar memprioritaskan keselamatan, kesehatan, dan kesiapan kendaraan demi mencegah kecelakaan.

KILAS BANTEN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang diperkirakan berlangsung pada 20–22 Maret 2026, pergerakan masyarakat dipastikan melonjak drastis. Tradisi pulang kampung atau mudik kembali menjadi agenda tahunan jutaan warga untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Di tengah euforia tersebut, peringatan soal keselamatan perjalanan kembali disuarakan.

 

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin, meminta masyarakat tidak hanya fokus pada tujuan, tetapi juga pada keselamatan selama di perjalanan.

 

Ia menegaskan bahwa mudik harus dimaknai sebagai perjalanan pulang yang aman, bukan sekadar cepat sampai.

Jembatan Mekarsari Senilai Rp10,8 Miliar Mulai Dibangun, Warga Serang-Tangerang Segera Nikmati Akses Baru

 

Muhibbin terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan dan menyambut Idul Fitri kepada umat Islam.

 

Ia menilai Lebaran memiliki makna spiritual yang mendalam, terutama sebagai momen mempererat hubungan keluarga.

 

Wali Kota Serang Dukung Fun Bike Jelajah Kota Serang 2026, Rute Berubah Jadi Sekitar 25 Kilometer

“Idul Fitri adalah waktu yang penuh berkah untuk memperkuat silaturahmi dengan keluarga dan kerabat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu, 15 Maret 2026.

 

Namun, ia mengingatkan bahwa kebahagiaan tersebut sering dibayangi risiko besar di jalan raya. Lonjakan kendaraan kerap memicu kemacetan ekstrem, kelelahan pengemudi, hingga kecelakaan lalu lintas yang berujung fatal. Karena itu, masyarakat diminta melakukan persiapan secara matang sebelum berangkat.

 

Menurut Muhibbin, banyak insiden kecelakaan sebenarnya bisa dicegah. Faktor utama biasanya bukan kejadian tak terduga, melainkan kelalaian manusia, seperti memaksakan diri berkendara saat lelah atau mengabaikan kondisi kendaraan.

Maling Berkedok Ojol Grab Beraksi di Masjid BAP 1 Kota Serang, HP Kaum Masjid Raib Saat Terlelap Usai Bersih-bersih

 

Ia menekankan pentingnya kesehatan pengemudi. Perjalanan jarak jauh membutuhkan stamina yang baik dan konsentrasi penuh. Pengemudi yang sakit atau kurang istirahat berisiko kehilangan fokus, sehingga membahayakan diri sendiri dan penumpang.

 

Selain kondisi tubuh, kelayakan kendaraan juga harus menjadi perhatian utama. Pemeriksaan menyeluruh terhadap rem, ban, lampu, oli, dan mesin wajib dilakukan sebelum keberangkatan. Kendaraan yang tidak prima dapat meningkatkan potensi kecelakaan di tengah padatnya arus mudik.

 

Muhibbin juga mengingatkan agar pemudik mematuhi seluruh aturan lalu lintas. Rambu jalan dan instruksi petugas harus diikuti demi keselamatan bersama.

 

Ia menilai kedisiplinan pengendara menjadi faktor penentu dalam menekan angka kecelakaan selama musim mudik.

 

Salah satu kebiasaan berbahaya yang sering terjadi adalah memaksakan diri berkendara tanpa istirahat. Banyak pengemudi ingin segera tiba di kampung halaman sehingga mengabaikan kondisi fisik. Padahal, kelelahan dapat menurunkan refleks dan kemampuan mengambil keputusan secara cepat.

 

Karena itu, ia menganjurkan pemudik memanfaatkan rest area atau tempat istirahat secara berkala. Berhenti sejenak, tidur singkat, atau sekadar meregangkan tubuh dapat membantu memulihkan konsentrasi sebelum melanjutkan perjalanan.

 

Selain kecelakaan, ancaman kriminalitas juga meningkat saat musim mudik.

 

Muhibbin mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap pencurian maupun penipuan. Barang berharga sebaiknya disimpan di tempat aman dan tidak terlihat mencolok.

 

Ia juga mengajak pemudik menjaga ketertiban dan kebersihan selama perjalanan. Sikap saling menghormati antar pengguna jalan dinilai mampu menciptakan suasana mudik yang aman dan nyaman. Mudik, menurutnya, bukan ajang adu cepat atau saling mendahului secara berbahaya.

 

Lebih jauh, ia menilai tradisi pulang kampung memiliki makna sosial yang kuat. Mudik bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan emosional untuk kembali ke akar keluarga dan budaya.

 

“Mari jadikan mudik sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan persaudaraan,” kata Muhibbin.

 

Ia berharap arus mudik tahun ini berjalan lancar tanpa gangguan berarti. Keselamatan harus ditempatkan sebagai prioritas utama, melampaui keinginan untuk tiba lebih cepat.

 

Di akhir pesannya, Muhibbin mendoakan agar seluruh masyarakat dapat sampai di kampung halaman dengan selamat dan merayakan Idul Fitri dalam suasana bahagia bersama keluarga.

 

“Semoga perjalanan mudik tahun ini aman, lancar, dan semua bisa merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan,” tuturnya.

 

Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran, imbauan ini menjadi pengingat penting bahwa mudik aman membutuhkan persiapan, disiplin, dan kepedulian bersama. Tanpa itu, tradisi yang seharusnya membawa sukacita berpotensi berubah menjadi tragedi.***

× Advertisement
× Advertisement