“Kami fokus pada kebutuhan paling mendesak. Mulai dari makanan, layanan kesehatan, hingga perhatian khusus bagi balita, anak-anak, dan ibu hamil,” kata Najib.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Data di lokasi pengungsian mencatat terdapat 31 warga lanjut usia, 21 balita, dan 4 ibu hamil. Selain itu, puluhan anak-anak dan warga dewasa juga berada di pengungsian. Seluruh pengungsi dilaporkan dalam kondisi aman dan terus mendapat pendampingan dari petugas kesehatan serta relawan.
Bencana longsor terjadi di kawasan Bukit Gapuas pada Selasa pagi sekitar pukul 10.30 WIB. Longsoran tanah terjadi secara tiba-tiba dan memicu kepanikan warga. Sebagian warga langsung berlari menyelamatkan diri menjauh dari area lereng untuk menghindari dampak yang lebih besar.
Najib memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia menilai respons cepat warga dan aparat di lapangan menjadi kunci utama keselamatan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Ini berkat kewaspadaan warga dan gerak cepat aparat yang langsung melakukan evakuasi,” ujarnya.
Usai meninjau lokasi pengungsian, Wakil Bupati Serang juga mengecek langsung titik longsor terdekat. Dari hasil pemantauan sementara, kondisi dinilai relatif terkendali dan belum ditemukan tanda-tanda longsor lanjutan.
Meski demikian, Najib meminta seluruh tim gabungan tetap siaga. Pemantauan intensif terus dilakukan, terutama karena curah hujan di wilayah Padarincang masih tergolong tinggi dan berpotensi memicu pergerakan tanah.
“Kewaspadaan harus terus dijaga. Tim di lapangan saya minta rutin memantau kondisi tanah dan lingkungan sekitar,” tegasnya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















