Melalui Forum Rektor PTKIN Dorong RPL Diperluas dan UKT Berkeadilan Jadi Garis Keras

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pimpinan PTKIN mengikuti Forum Rektor PTKIN di Medan, Sumatera Utara, yang membahas reformasi akademik, perluasan RPL, dan kebijakan UKT berkeadilan.

i

Para pimpinan PTKIN mengikuti Forum Rektor PTKIN di Medan, Sumatera Utara, yang membahas reformasi akademik, perluasan RPL, dan kebijakan UKT berkeadilan.

 

“PTKIN perlu memastikan sistem akademiknya mampu membaca dan mengakui kompetensi mahasiswa secara utuh,” kata Sahiron.

 

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain RPL, kebijakan UKT menjadi perhatian serius forum. Sahiron menegaskan, penetapan UKT harus berlandaskan prinsip keadilan sosial. Kondisi riil mahasiswa, terutama latar belakang sosial ekonomi, harus menjadi pertimbangan utama dalam penentuan biaya kuliah.

 

Menurut dia, kebijakan UKT tidak boleh hanya berorientasi pada kebutuhan institusi. Di sisi lain, keberlanjutan perguruan tinggi juga perlu dijaga agar kualitas layanan pendidikan tetap optimal.

 

“Pendekatan keadilan sosial dan keberlanjutan institusi harus berjalan seimbang,” ujarnya.

 

Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof Dr TGH Masnun Tahir MAg, mengatakan forum juga membahas penguatan sumber daya manusia PTKIN. Pembahasan mencakup peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan sebagai pilar utama mutu pendidikan.

Baca Juga  Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta

 

Pada aspek dosen, Masnun menegaskan kembali pentingnya kompetensi dasar, termasuk kemampuan membaca Al Quran. Selain penguasaan keilmuan, nilai dan identitas keislaman dinilai tetap menjadi pembeda utama PTKIN dibandingkan perguruan tinggi lain.

 

“Identitas keislaman harus hadir dalam proses pembelajaran dan budaya akademik,” kata Masnun.

 

Sementara itu, tenaga kependidikan diarahkan untuk memiliki keterampilan profesional yang relevan dengan tata kelola perguruan tinggi modern. Penguasaan aspek teknis dan nonteknis, termasuk layanan akademik berbasis digital, dinilai semakin penting.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Harlah PMII ke-66, Fathan Subchi: Jangan Sekadar Bergerak, Harus Berdampak Nyata
Heboh Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Rektor UIN Banten Prof Ishom Sebut Boleh, Tapi Soroti Etika dan Cara Manusiawi
Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045
Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta
Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T
PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029
Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa
Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan
Forum Rektor PTKIN di Medan sepakat memperluas Rekognisi Pembelajaran Lampau dan menata UKT berkeadilan. Kebijakan ini dinilai krusial untuk fleksibilitas akademik dan keadilan sosial mahasiswa.

Berita Terkait

-

Di Harlah PMII ke-66, Fathan Subchi: Jangan Sekadar Bergerak, Harus Berdampak Nyata

-

Heboh Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Rektor UIN Banten Prof Ishom Sebut Boleh, Tapi Soroti Etika dan Cara Manusiawi

-

Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045

-

Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta

-

Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T

Berita Terbaru