“Tenaga kependidikan juga dituntut menguasai bacaan Al Quran sebagaimana dosen,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Masnun menambahkan, Diktis telah menyiapkan program pembibitan dan seleksi nasional dosen unggul pada 2026. Program ini difokuskan pada penguatan kemampuan bahasa asing, masing-masing untuk 30 dosen Bahasa Inggris dan 30 dosen Bahasa Arab.
“Dosen terpilih akan mengikuti program pengembangan kapasitas di dalam dan luar negeri untuk mendukung internasionalisasi PTKIN,” katanya.
Forum Rektor PTKIN juga menekankan pentingnya integrasi keilmuan yang operasional dan sistematis. Integrasi ini mencakup integrasi metodis, substantif, dan etis. Integrasi metodis diarahkan untuk menyatukan cara berpikir dan metodologi penelitian agar tidak terjadi dikotomi antara ilmu keislaman dan ilmu umum.
Integrasi substantif menyasar penguatan struktur dan isi keilmuan dalam kurikulum. Sementara integrasi etis menempatkan nilai, etika, spiritualitas, dan orientasi kemanusiaan sebagai landasan pengembangan ilmu pengetahuan di PTKIN.
Dalam forum yang sama, Wakil Rektor II UIN SMH Banten Ali Muhtarom mewakili rektor menyampaikan rencana peluncuran nasional buku Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Buku ini disusun sebagai kerangka konseptual dan operasional pengembangan kurikulum PTKIN.
“Kurikulum Berbasis Cinta menekankan capaian pembelajaran yang holistik, tidak hanya aspek kognitif dan keterampilan, tetapi juga nilai, etika, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















