Suasana pengunjung menikmati racikan kopi klasik di Jabat Kopi, Karawaci, Kota Tangerang. Kedai ini dikenal konsisten mempertahankan cita rasa autentik kopi nusantara sejak 2015.
Barista Jabat Kopi, Agung Purwanto, mengatakan perjalanan usaha tersebut dimulai lebih dari satu dekade lalu. Pada 2015, Jabat Kopi masih beroperasi menggunakan gerobak sederhana di kawasan Pasar Lama Kota Tangerang.
Perjalanan bisnis itu tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan sempat dihadapi, termasuk dampak pandemi Covid-19 yang memukul banyak usaha kuliner. Namun, Jabat Kopi berhasil bertahan dan terus berkembang hingga akhirnya menempati lokasi yang sekarang sejak 2022.
“Jabat Kopi berdiri sejak 2015. Awalnya masih gerobakan di Pasar Lama, lalu setelah pandemi kami pindah ke sini dan sampai sekarang tetap bertahan,” kata Agung, Senin (8/6/2026).
Menurut Agung, salah satu kunci bertahannya Jabat Kopi adalah komitmen menjaga kualitas produk. Seluruh racikan kopi dibuat menggunakan biji kopi pilihan yang melalui proses roasting secara mandiri untuk memastikan kualitas rasa tetap terjaga.
Para pengunjung dapat menikmati berbagai jenis kopi nusantara yang diseduh menggunakan metode manual brew maupun kopi tubruk. Selain itu, Kopi Susu Jabat juga menjadi salah satu menu unggulan yang banyak diminati pelanggan dari berbagai kalangan.
Meski fokus pada kopi klasik, Jabat Kopi tetap melakukan inovasi. Salah satu menu yang lahir dari proses eksplorasi tersebut adalah Sally Cinnamon, minuman kopi susu yang dipadukan dengan aroma dan rasa khas kayu manis.
Agung menjelaskan, menu tersebut mendapat sambutan positif karena menawarkan karakter rasa yang unik tanpa menghilangkan identitas utama kopi yang disajikan.