Menurutnya, kehadiran pemerintah dan aparat keamanan di lapangan bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata perlindungan negara bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang agama dan keyakinan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan. Andra Soni menilai keberhasilan pengamanan Natal 2025 tidak lepas dari kerja sama dan komunikasi yang baik antarsemua pihak.
Dalam agenda tersebut, Gubernur Banten didampingi Kapolda Banten serta unsur Forkopimda lainnya. Rombongan mengunjungi sejumlah gereja, di antaranya Gereja HKBP, Gereja Kristus Raja, dan Gereja Kristen Indonesia (GKI). Di setiap lokasi, Gubernur berdialog dengan pengurus gereja dan aparat pengamanan untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai rencana.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Pemantauan itu juga melibatkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang, KH Matin Syarkowi. Ia menyampaikan bahwa suasana damai dalam perayaan Natal di Banten telah terjaga secara konsisten dari tahun ke tahun.
“Di Serang khususnya dan Banten secara umum, perayaan Natal selalu berlangsung aman, damai, dan penuh hikmat. Toleransi sudah lama hidup dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat,” kata KH Matin.
Menurutnya, kerukunan antarumat beragama merupakan modal sosial yang sangat penting bagi Banten. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan saling menghormati di tengah perbedaan keyakinan yang ada.
KH Matin juga menyampaikan pesan agar masyarakat tetap menjunjung tinggi sikap saling menghargai. Ia menegaskan bahwa menghormati keyakinan orang lain merupakan nilai dasar dalam kehidupan beragama.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















