“Meyakini perbedaan adalah anugerah Tuhan. Mengganggu keberagaman dan keyakinan orang lain sama artinya dengan melawan kodrat Tuhan,” ujarnya.
Pemantauan langsung yang dilakukan Gubernur Banten bersama Forkopimda dan FKUB mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pengurus gereja dan jemaat. Kehadiran pimpinan daerah dinilai memberikan rasa aman sekaligus memperkuat pesan persatuan dan toleransi.
Dengan situasi keamanan yang terjaga dan dukungan masyarakat yang kuat, perayaan Natal 2025 di Banten menjadi cerminan harmoni dalam keberagaman. Kondisi ini diharapkan terus dipertahankan sebagai fondasi kehidupan sosial yang damai, inklusif, dan berkelanjutan di Provinsi Banten.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
















