Suasana halalbihalal dan pelatihan moderasi beragama yang digelar PCNU Kota Serang bersama UIN SMH Banten di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Tengkele, Minggu, 12 April 2026
Ia menambahkan, ucapan selamat hari raya tidak serta-merta mengubah keyakinan seseorang. Tindakan tersebut lebih mencerminkan sikap toleransi dalam kehidupan sosial.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang, KH Saifun Nawasi, menyoroti hubungan antara agama dan negara. Ia menegaskan bahwa keduanya tidak boleh dipertentangkan.
Menurutnya, agama berfungsi sebagai sumber nilai, sedangkan negara menjadi ruang implementasi dalam kehidupan berbangsa. Keduanya harus saling berdialog untuk menciptakan keseimbangan.
“Jika agama tidak berdialog dengan negara, bisa muncul sekularisme ekstrem. Sebaliknya, jika negara hanya didasarkan pada satu agama, berpotensi melahirkan teokrasi,” ujarnya.
Ia menilai Indonesia memiliki karakter unik sebagai bangsa yang religius sekaligus majemuk. Karena itu, pendekatan jalan tengah menjadi pilihan paling realistis.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Sekretaris LP2M UIN SMH Banten, Prof. Sholahuddin Al-Ayubi. Ia mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai titik temu antara nilai agama dan kehidupan bernegara.
Menurutnya, Pancasila mampu menjaga keseimbangan sekaligus merawat keutuhan bangsa di tengah keberagaman.
Selain isu sosial dan ideologi, kegiatan ini juga mengangkat perspektif ekoteologi. Pendekatan ini menggabungkan nilai iman, ilmu, dan amal dalam upaya pelestarian lingkungan.
Dalam konsep ini, alam dipandang sebagai amanah Ilahi yang harus dijaga. Menjaga lingkungan bahkan disebut sebagai bagian dari ibadah.