Suasana halalbihalal dan pelatihan moderasi beragama yang digelar PCNU Kota Serang bersama UIN SMH Banten di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Tengkele, Minggu, 12 April 2026
“Ekoteologi menekankan cinta dan kepedulian terhadap alam. Ini harus menjadi bagian dari pendidikan keagamaan,” ujar Sholahuddin.
Ia menambahkan, pendekatan ini menolak cara pandang eksploitatif terhadap alam. Sebaliknya, ia mendorong pendekatan berbasis kasih sayang terhadap seluruh makhluk hidup.
Melalui kegiatan ini, PCNU Kota Serang dan UIN SMH Banten berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami nilai toleransi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di ruang digital.
Para peserta didorong untuk memanfaatkan media sosial secara bijak dan aktif menyebarkan pesan damai. Langkah ini dinilai penting untuk menekan laju penyebaran radikalisme yang kian masif di dunia maya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah kemajuan teknologi, penguatan moderasi beragama tetap menjadi kunci utama menjaga persatuan bangsa. Tanpa upaya tersebut, ruang digital berpotensi menjadi ladang subur bagi tumbuhnya paham ekstrem yang mengancam keutuhan Indonesia.***