Salah satu anggota tim, Dyas Putra Ramadhan, mengaku perjalanan menuju podium juara tidak berjalan mudah. Ia mengatakan rasa gugup sempat muncul saat harus menghadapi peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya pasti grogi. Tapi kami saling mendukung dan akhirnya bisa tampil maksimal,” ujar Dyas, Jumat, 15 Mei 2026.
Di balik keberhasilan itu, para siswa ternyata menghadirkan inovasi robot yang terinspirasi dari sistem kerja forklift. Robot tersebut dirancang untuk membantu proses pengangkutan barang, khususnya pada sektor pertanian dan industri ringan.
Salah satu robot yang dibuat memiliki kemampuan memindahkan benda-benda kecil seperti hasil panen dan tanaman. Sementara robot lainnya dirancang untuk membantu mengangkat barang dengan kapasitas lebih besar.
“Kita juga ada robot lainnya, yang memiliki fungsi mengangkat barang atau mesin yang lebih besar,” katanya.
Menurut Dyas, teknologi yang mereka buat tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan lomba semata. Inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Robot bukan sekadar alat lomba. Teknologi yang dibuat diharapkan dapat membantu meringankan pekerjaan manusia dan memberikan solusi sederhana dalam aktivitas sehari-hari,” lanjutnya.
Prestasi ini juga menunjukkan minat pelajar terhadap dunia robotik dan teknologi digital terus berkembang. Di era modern, kemampuan di bidang teknologi dinilai menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dipersiapkan sejak dini.
Penulis : Wahyu
Editor : Taufik
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















