Menurut Muflihin, keberhasilan anak-anak adat menembus PTN membuktikan bahwa kondisi ekonomi bukan penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik. Ia menilai dukungan moral dan pembinaan yang konsisten mampu membangun rasa percaya diri generasi muda adat untuk bersaing di dunia pendidikan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa dengan bimbingan yang tepat, dukungan yang berkelanjutan, serta semangat pantang menyerah, keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi,” katanya.
Salah satu peserta program yang berhasil lolos PTN, Tia Setiawati, mengaku terharu atas dukungan yang ia terima selama proses pembinaan. Baginya, keberhasilan tersebut bukan sekadar capaian pribadi, tetapi menjadi simbol harapan baru bagi anak-anak dari komunitas adat.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ReliQ dan BAZNAS RI atas segala bimbingan, dukungan, dan kesempatan yang telah diberikan. Bagi saya, ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga harapan baru bagi anak-anak dari Masyarakat Adat Kasepuhan Karang,” ujarnya.
Tia mengaku tumbuh dalam kondisi serba terbatas. Namun, proses pendampingan yang dijalaninya membuat dirinya yakin bahwa mimpi besar tetap bisa diraih dengan usaha dan doa.
“Saya tumbuh dari keterbatasan, namun melalui dampingan dari ReliQ, saya belajar bahwa mimpi tidak pernah dibatasi oleh keadaan. Justru dari tempat yang sederhana, saya diajarkan untuk berani melangkah lebih jauh dan percaya bahwa masa depan bisa diubah dengan usaha dan doa,” lanjutnya.
Penulis : Wahyu
Editor : Taufik
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















