Program pendidikan tersebut juga melibatkan banyak fasilitator lapangan. Mahasiswa, dosen, guru, hingga pegiat sosial ikut mendampingi para peserta selama proses belajar dan persiapan seleksi perguruan tinggi. Mereka memberikan pembinaan akademik, penguatan karakter, hingga dukungan emosional kepada peserta.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran para pendamping dinilai menjadi faktor penting dalam membangun mental generasi muda adat agar berani melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Keberhasilan peserta yang lolos PTN kini mulai memantik semangat baru bagi anak-anak adat lainnya untuk mengikuti jejak serupa.
Tia pun mengajak generasi muda dari latar belakang yang sama agar tidak takut memiliki cita-cita besar meski hidup dalam keterbatasan.
“Pesan saya untuk teman-teman lainnya, khususnya yang berasal dari latar belakang yang sama, jangan pernah takut untuk bermimpi besar. Teruslah berusaha, percaya pada diri sendiri, dan manfaatkan setiap kesempatan yang ada,” katanya.
ReliQ berharap program “Merajut Mimpi Pendidikan Tinggi” dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak-anak Indonesia yang membutuhkan akses pendidikan, khususnya masyarakat adat dan kelompok rentan lainnya.
Keberhasilan anak-anak Kasepuhan Karang menembus PTN kini menjadi bukti bahwa pendidikan dapat menjadi jalan perubahan sosial. Dari pelosok adat di Lebak, mimpi tentang masa depan yang lebih baik perlahan mulai menemukan jalannya.***
Penulis : Wahyu
Editor : Taufik
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
















