Dalam proses suksesi kepemimpinan, Ayatullah Qaumi menegaskan sikap netral. Ia menyatakan tidak akan mengarahkan dukungan kepada kandidat mana pun. Menurutnya, seluruh kader memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri dan berkompetisi secara sehat sesuai mekanisme organisasi.
“Silakan berkompetisi. Saya tidak mengarahkan kepada siapa pun calon yang akan menjadi ketua,” tegasnya.
Sikap tersebut mendapat sambutan positif dari peserta Musyda. Banyak kader menilai pernyataan itu mencerminkan komitmen terhadap nilai demokrasi dan keterbukaan yang menjadi prinsip dasar Pemuda Muhammadiyah. Proses regenerasi diharapkan berjalan transparan, objektif, dan mengedepankan kepentingan organisasi.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian Musyda IV PDPM Kota Serang berlangsung dinamis hingga sore hari. Peserta mengikuti sejumlah agenda penting, mulai dari sidang pleno, penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2021–2025, hingga pembahasan program dan rekomendasi strategis organisasi. Forum kemudian menetapkan sembilan orang sebagai formatur yang diberi mandat untuk menyusun kepengurusan periode selanjutnya.
Sembilan formatur tersebut adalah Ari Nurohman, Ade Rohmanudin, Khaerul Anam, Moh. Fahmi Abduh, Rizal Muhammadi, Mumu, Erif Fahmi, Muhammad Rifai, dan Samani. Penetapan formatur menjadi tahapan krusial karena menentukan arah dan komposisi pimpinan harian PDPM Kota Serang ke depan.
Para formatur selanjutnya menggelar musyawarah internal. Proses berlangsung dalam suasana dialogis dan mengedepankan mufakat. Pertimbangan kapasitas kepemimpinan, pengalaman organisasi, serta komitmen kader menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan. Musyawarah ini mencerminkan budaya kolektif dan etos kebersamaan yang dijunjung tinggi oleh Pemuda Muhammadiyah.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















