Kawasan pengolahan sampah di Kota Tangerang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan fasilitas PSEL mandiri yang mampu mengubah ribuan ton sampah menjadi energi listrik ramah lingkungan.
Saat ini, Pemkot Tangerang mulai mengaktifkan seluruh tahapan proyek yang sebelumnya telah dipersiapkan sejak lama. Salah satu agenda utama yang sedang dikebut ialah proses pembebasan lahan agar pembangunan dapat segera dimulai.
Setelah proses lahan selesai, pemerintah akan melanjutkan tahapan studi kelayakan hingga proses pelelangan proyek. Pemkot berharap seluruh administrasi dapat berjalan lancar sehingga target pembangunan tidak mengalami hambatan.
“Kami langsung mengaktivasi skema pengembangan proyek PSEL mandiri yang sudah disiapkan sejak lama. Setelah diajukan, lahannya sudah ditinjau untuk dilakukan studi kelayakan. Selanjutnya akan masuk tahap pelelangan jika semua proses administrasi selesai,” kata Wawan.
Pemerintah Kota Tangerang menargetkan kerja sama investasi bersama pihak perusahaan dapat diteken pada akhir 2026. Dengan begitu, pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern itu dapat segera direalisasikan.
Keberadaan proyek PSEL dinilai sangat mendesak. Pasalnya, volume sampah harian di Kota Tangerang saat ini mencapai sekitar 1.600 ton per hari. Kondisi tersebut membuat kapasitas pengelolaan sampah semakin terbebani.
Melalui proyek PSEL mandiri, Pemkot Tangerang menargetkan sekitar 1.000 ton sampah per hari dapat diolah menjadi energi listrik. Kapasitas itu diharapkan mampu mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi darurat sampah perkotaan.
Tak hanya mengurangi volume sampah, proyek ini juga diproyeksikan mendukung program energi ramah lingkungan. Pemanfaatan sampah menjadi listrik dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Tangerang.