Pemkot Serang Gelontorkan 5.611 Paket Sembako, Budi Rustandi Pastikan Bansos Langsung Diterima Warga

Kilas Banten
11 Sep 2025 16:40
Serang 0
2 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai menyalurkan 5.611 paket sembako senilai Rp2,2 miliar untuk warga miskin ekstrem.

Program ini menjadi bagian dari percepatan penanganan kemiskinan sesuai target pemerintah pusat yang menargetkan nol kemiskinan ekstrem pada 2026.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan bahwa penyaluran dilakukan langsung ke rumah warga melalui RT dan tim Dinas Sosial. Cara ini dipilih agar bantuan benar-benar sampai kepada penerima yang berhak.

“Bantuan dibagikan langsung ke masyarakat, tidak lagi lewat kelurahan. Arahan saya jelas, bantuan harus tepat sasaran,” ujarnya, Kamis 11 September 2025.

Kepala Dinas Sosial Kota Serang, Ibra Gholibi, menjelaskan paket sembako terdiri dari beras, gula, minyak goreng, dan sarden.
Distribusi dilakukan bertahap sesuai anggaran.

“Hari ini kita mulai penyaluran, minggu depan kita akan roadshow ke masing-masing kecamatan di Kota Serang,” katanya.

Adapun rincian penyaluran sembako meliputi Cipocok Jaya sekitar 800 paket, Kasemen 1.300, Taktakan 1.000, Walantaka 700, dan kecamatan lain rata-rata 700–800 paket.

Sementara itu, kata Ibra jumlah warga miskin ekstrem di Kota Serang mencapai 18 ribu orang.

Dinsos Kota Serang juga menyiapkan sejumlah program tambahan, seperti Sekolah Rakyat yang akan diluncurkan pada 30 September 2025, KKS dari pemerintah pusat, hingga pembentukan kelompok usaha bersama untuk pemberdayaan ekonomi.

“Dengan adanya bantuan ini, beban hidup masyarakat bisa berkurang. Program pemberdayaan juga penting agar kemiskinan ekstrem benar-benar bisa ditekan,” tambah Ibra.

Pemkot Serang berharap kombinasi bantuan langsung dan pemberdayaan ekonomi mampu mempercepat pencapaian target nol kemiskinan ekstrem pada 2026.

Disisi lain, Walikota Serang Budi Rustandi menekankan, selain bantuan langsung, Pemkot juga mendorong pemberdayaan ekonomi warga.

UMKM harus kita gerakkan bersama. Dengan kolaborasi Dinas Sosial dan Perindagkop, pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat, angka kemiskinan pun bisa segera turun,” ujarnya.***