KILAS BANTEN – Perubahan sosial adalah hal yang pasti terjadi, tidak bisa dihindari.
Perubahan ini berjalan seiring kemajuan teknologi, perubahan ekonomi, dan dinamika budaya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, seringkali perubahan yang cepat ini tidak diikuti oleh kesiapan masyarakat untuk beradaptasi.
Untuk memahami perubahan sosial ini, pemikiran Selo Soemardjan, seorang sosiolog Indonesia yang disebut sebagai Bapak Sosiologi Indonesia, menjadi penting.
Dalam bukunya yang terkenal, Setangkai Bunga Sosiologi (1962), serta kuliah-kuliahnya di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia, Selo menjelaskan bahwa perubahan sosial terjadi ketika lembaga-lembaga sosial mengalami perubahan dalam struktur dan fungsi.
Perubahan ini menyebabkan perubahan nilai dan cara berperilaku dalam masyarakat.
Jadi, perubahan sosial tidak hanya terjadi karena hadirnya teknologi baru, tetapi karena perubahan mendasar dalam cara keluarga, pendidikan, ekonomi, agama, dan politik bekerja.
Banten adalah contoh nyata daerah yang sedang di tengah proses perubahan cepat.
Dalam dua dekade terakhir, Banten berubah dari daerah pertanian menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri dan perkotaan di Jawa.
Berdasarkan data BPS Banten tahun 2023, sekitar 68% penduduk tinggal di kota, angka yang sangat tinggi dibandingkan pada awal 2000-an.
Tangerang Raya menjadi pusat industri, hunian modern, dan masyarakat menengah kota baru. Cilegon menjadi pusat industri baja nasional.
Kota Serang tumbuh menjadi pusat pelayanan publik. Sementara Kabupaten Lebak dan Pandeglang masih berjuang untuk membangun infrastruktur dan akses pendidikan.
Penulis : Lela
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya















