Angka ini, di atas kertas, menunjukkan optimismenya masyarakat terhadap digitalisasi.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Namun ketika digali lebih dalam, ternyata UMKM yang benar-benar aktif dan berkembang di dunia digital lebih banyak berada di Serang, Cilegon, Tangerang, dan Tangerang Selatan.
Sementara UMKM di Lebak dan Pandeglang menghadapi masalah klasik seperti koneksi internet yang tidak stabil, kurangnya pemahaman tentang dunia digital, kesulitan mendapatkan modal, hingga minimnya bantuan dalam pengelolaan bisnis.
Hal ini menampilkan “dua wajah Banten”: satu yang berkembang cepat masuk ke ekonomi digital, sementara satu lagi masih tertinggal dalam sistem ekonomi tradisional.
Ini menunjukkan bahwa perubahan teknologi sering kali tidak diimbangi dengan kesiapan lembaga sosial.
Perubahan sosial juga membawa risiko baru. Polres Serang mencatat peningkatan sekitar 40% kasus penipuan online pada tahun 2023.
Masyarakat mulai aktif di dunia digital, namun sering kali tidak memahami risiko, seperti kerahasiaan data, cara para pelaku kejahatan siber bekerja, maupun hak konsumen.
Selo pernah menjelaskan bahwa ketika perubahan sosial terjadi tanpa disertai persiapan dari lembaga hukum, pendidikan, dan keluarga, masyarakat rentan terhadap nilai-nilai yang salah serta berbagai bahaya sosial.
Dalam konteks Banten, rendahnya pemahaman digital dan hukum membuat masyarakat menjadi sasaran mudah bagi berbagai tindakan kriminal baru.
Di bidang pendidikan, ketimpangan antara daerah perkotaan dan daerah pedesaan di Banten juga mencerminkan teori perubahan sosial yang dijelaskan oleh Selo.
Penulis : Lela
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya

















