Darurat Sampah Kabupaten Serang, DPRD Warning APBD Terancam Jebol dan Dorong TPA Regional

Kamis, 18 Desember 2025 - 18:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kabupaten Serang, Azwar Anas, saat menyampaikan pandangannya terkait darurat sampah dan ancaman beban APBD dalam pengelolaan persampahan.

i

Anggota DPRD Kabupaten Serang, Azwar Anas, saat menyampaikan pandangannya terkait darurat sampah dan ancaman beban APBD dalam pengelolaan persampahan.

KILAS BANTEN – Persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Serang kembali memicu perhatian serius DPRD. Biaya operasional yang terus membengkak dinilai berisiko menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). DPRD menilai pola pengelolaan yang masih bergantung pada pembuangan ke luar daerah tidak bisa dipertahankan dalam jangka panjang.

Anggota DPRD Kabupaten Serang, Azwar Anas, menegaskan bahwa ketergantungan pada lokasi pembuangan seperti Cilowong menjadi salah satu penyebab utama tingginya beban anggaran. Setiap tahun, pemerintah daerah harus menyiapkan dana besar hanya untuk pengangkutan dan pembuangan sampah. Menurutnya, kondisi ini dapat mengganggu stabilitas keuangan daerah.

“Biaya operasional pembuangan sampah sangat besar. Kalau ini terus berjalan, dampaknya bisa membahayakan APBD,” ujar Azwar Anas, Kamis, 18 Desember 2025.

Ia menilai Kabupaten Serang sebenarnya memiliki modal untuk lebih mandiri. Luas wilayah dan ketersediaan lahan menjadi potensi yang belum dimanfaatkan secara maksimal. DPRD pun mendorong pemerintah daerah agar tidak terus bergantung pada daerah lain dalam mengelola sampah.

Sebagai solusi, Azwar Anas mengusulkan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional.

Menurutnya, TPA regional akan menjadi solusi jangka panjang yang lebih efisien dan berkelanjutan. Jika pembangunan TPA belum bisa segera diwujudkan, DPRD menawarkan alternatif berupa pembangunan depo-depo sampah di setiap kecamatan.

“Minimal ada depo sampah di tiap kecamatan. Sampah tidak langsung dibawa ke satu titik. Ini bisa menekan biaya dan beban pengangkutan,” katanya.

Penulis : Dayat

Editor : Rizki

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Kabupaten Serang Diminta Siaga, Hantavirus dari Tikus Ancam Gagal Ginjal hingga Pneumonia Mematikan
PT SBM Dibedah Total, DPRD Kabupaten Serang Minta Pemkab Jangan Asal Pilih Direksi Baru
48 Tahun Dipakai Pemkab, Tanah SDN Pematang 2 Kragilan Digugat, Ahli Waris: Kami Hanya Menuntut Hak
Pemilih Pemula di Baros Serang Heboh Bahas Demokrasi, Siswa MA Nurul Huda Serbu KPU dengan Pertanyaan Kritis
Darurat Hantavirus Mengintai Kabupaten Serang, Wabup Najib Serukan Perang Lawan Tikus dari Rumah hingga Pasar
Pelajar Baros Dibekali Literasi Politik, KPU Kabupaten Serang Edukasi Lawan Hoaks Pemilu
Pembangunan PSEL Kota Serang Ditarget Rampung 2028, Pemkot Kebut Pembebasan Lahan 5 Hektar
Pemkot dan PCNU Kota Serang Gelar Pengajian Bulanan di Seluruh Kecamatan, Fokus Jaga Kondusivitas
Persoalan sampah di Kabupaten Serang kian mengkhawatirkan. DPRD menilai biaya pembuangan sampah membebani APBD dan mendesak pembangunan TPA regional serta depo sampah di tiap kecamatan.

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:00

Warga Kabupaten Serang Diminta Siaga, Hantavirus dari Tikus Ancam Gagal Ginjal hingga Pneumonia Mematikan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:21

PT SBM Dibedah Total, DPRD Kabupaten Serang Minta Pemkab Jangan Asal Pilih Direksi Baru

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:51

48 Tahun Dipakai Pemkab, Tanah SDN Pematang 2 Kragilan Digugat, Ahli Waris: Kami Hanya Menuntut Hak

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:49

Pemilih Pemula di Baros Serang Heboh Bahas Demokrasi, Siswa MA Nurul Huda Serbu KPU dengan Pertanyaan Kritis

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:00

Darurat Hantavirus Mengintai Kabupaten Serang, Wabup Najib Serukan Perang Lawan Tikus dari Rumah hingga Pasar

Berita Terbaru