Darurat Sampah Kabupaten Serang, DPRD Warning APBD Terancam Jebol dan Dorong TPA Regional

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kabupaten Serang, Azwar Anas, saat menyampaikan pandangannya terkait darurat sampah dan ancaman beban APBD dalam pengelolaan persampahan.

i

Anggota DPRD Kabupaten Serang, Azwar Anas, saat menyampaikan pandangannya terkait darurat sampah dan ancaman beban APBD dalam pengelolaan persampahan.

KILAS BANTEN – Persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Serang kembali memicu perhatian serius DPRD. Biaya operasional yang terus membengkak dinilai berisiko menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). DPRD menilai pola pengelolaan yang masih bergantung pada pembuangan ke luar daerah tidak bisa dipertahankan dalam jangka panjang.

Anggota DPRD Kabupaten Serang, Azwar Anas, menegaskan bahwa ketergantungan pada lokasi pembuangan seperti Cilowong menjadi salah satu penyebab utama tingginya beban anggaran. Setiap tahun, pemerintah daerah harus menyiapkan dana besar hanya untuk pengangkutan dan pembuangan sampah. Menurutnya, kondisi ini dapat mengganggu stabilitas keuangan daerah.

“Biaya operasional pembuangan sampah sangat besar. Kalau ini terus berjalan, dampaknya bisa membahayakan APBD,” ujar Azwar Anas, Kamis, 18 Desember 2025.

Ia menilai Kabupaten Serang sebenarnya memiliki modal untuk lebih mandiri. Luas wilayah dan ketersediaan lahan menjadi potensi yang belum dimanfaatkan secara maksimal. DPRD pun mendorong pemerintah daerah agar tidak terus bergantung pada daerah lain dalam mengelola sampah.

Sebagai solusi, Azwar Anas mengusulkan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional.

Menurutnya, TPA regional akan menjadi solusi jangka panjang yang lebih efisien dan berkelanjutan. Jika pembangunan TPA belum bisa segera diwujudkan, DPRD menawarkan alternatif berupa pembangunan depo-depo sampah di setiap kecamatan.

“Minimal ada depo sampah di tiap kecamatan. Sampah tidak langsung dibawa ke satu titik. Ini bisa menekan biaya dan beban pengangkutan,” katanya.

Penulis : Dayat

Editor : Rizki

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang
Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global
PHK Sepihak dan THR Tak Dibayar, PT Asietex Disorot: Mediasi Mandek, Buruh Tuntut Kepastian
Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin
DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
Persoalan sampah di Kabupaten Serang kian mengkhawatirkan. DPRD menilai biaya pembuangan sampah membebani APBD dan mendesak pembangunan TPA regional serta depo sampah di tiap kecamatan.

Berita Terkait

-

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang

-

PHK Sepihak dan THR Tak Dibayar, PT Asietex Disorot: Mediasi Mandek, Buruh Tuntut Kepastian

-

Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

Berita Terbaru