Dewan Pengawas UIN SMH Banten bersama pimpinan kampus saat menggelar rapat perdana tahun 2026 di Gedung Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI, Jakarta Pusat, membahas arah transformasi kelembagaan menuju BLU unggulan, Rabu, 21 Januari 2026
Dr. Luky mendorong Dewas menggelar rapat internal secara rutin setiap bulan, baik secara daring maupun luring. Ia juga meminta adanya pertemuan berkala antara Dewas dan pimpinan kampus. Setiap rapat, kata dia, harus terdokumentasi dengan baik agar keputusan yang diambil memiliki tindak lanjut yang jelas.
Kerja sama UIN SMH Banten dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) turut mendapat perhatian. Dr. Luky menilai kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis dalam memperbaiki tata kelola. Ia menyatakan siap membantu penguatan kerja sama karena memiliki kedekatan dengan pimpinan ITB.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi. Kampus diminta mulai memetakan dampak penggunaan kecerdasan buatan terhadap sistem akademik dan non-akademik, termasuk aspek keamanan data.
Pada sisi akademik, Dr. Luky meminta pemetaan sumber daya manusia dilakukan secara menyeluruh. Kampus juga perlu menentukan program studi prioritas dan menetapkan center of excellence. Ia berharap UIN SMH Banten dapat berperan sebagai mitra pemerintah dalam pengembangan instrumen ekonomi syariah.
Instrumen tersebut meliputi sukuk, green sukuk, hingga Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS). Dr. Luky bahkan menyatakan kesiapannya menjadi pemateri kuliah umum atau stadium general untuk memperkenalkan instrumen ekonomi syariah tersebut kepada sivitas akademika.
Ketua Dewas UIN SMH Banten, Ruchman Basori, mengakui bahwa posisi kampus masih tertinggal. Saat ini, UIN SMH Banten belum masuk dalam 10 besar perguruan tinggi BLU nasional.