Dewan Pengawas UIN SMH Banten bersama pimpinan kampus saat menggelar rapat perdana tahun 2026 di Gedung Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI, Jakarta Pusat, membahas arah transformasi kelembagaan menuju BLU unggulan, Rabu, 21 Januari 2026
“Tugas Dewas adalah mendorong dan mendukung agar UIN Banten bisa menembus jajaran tersebut,” kata Ruchman.
Ia menilai penguatan akreditasi, termasuk akreditasi jurnal ilmiah, menjadi pekerjaan rumah utama. Meski secara geografis dekat dengan Jakarta, prestasi UIN SMH Banten dinilai belum sebanding dengan potensi yang dimiliki.
Ruchman juga menyoroti perlunya keseimbangan antara mutu akademik dan non-akademik. Ia meminta arahan Dirjen Anggaran terkait pengembangan BLU, khususnya dalam aspek dukungan pembiayaan. Saat ini, UIN SMH Banten memiliki 28 guru besar, jauh di bawah UIN Jakarta yang jumlahnya mendekati 100 orang.
Sementara itu, Wakil Rektor III UIN SMH Banten, Ali Muhtarom, menjelaskan kondisi kampus terkini. Ia mewakili rektor yang sedang menunaikan ibadah umrah. Menurut Ali, UIN SMH Banten telah berstatus BLU sejak 2010, namun masih menghadapi stagnasi.
Ia menjelaskan pengembangan Kampus I sebagai pusat bisnis berupa ruko. Sementara Kampus II diarahkan menjadi pusat pengembangan dengan unit usaha daycare, klinik, dan parkir.
Ali juga mengungkapkan rencana pembangunan gedung perpustakaan di Kampus II melalui pembiayaan SBSN. Selain itu, kampus akan membangun laboratorium terpadu dengan memanfaatkan saldo BLU.
“Sisa saldo BLU tahun 2025 mencapai Rp53,93 miliar. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat sarana akademik,” ujarnya.
Rapat ditutup dengan kesepakatan menggelar rapat Dewas lanjutan secara daring pada pekan berikutnya. Dewas menegaskan komitmen menjaga akuntabilitas dan mendorong percepatan transformasi UIN SMH Banten agar mampu bersaing sebagai perguruan tinggi BLU unggulan di tingkat nasional.