Menurutnya, kekuatan NU justru terletak pada kemampuannya menjaga musyawarah sebagai jalan penyelesaian. Tradisi ini membuat NU tetap kokoh, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, PWNU Banten juga menyampaikan resolusi besar untuk tahun 2026.
Ahmad Nuri menegaskan bahwa NU harus semakin meneguhkan perannya sebagai pelayan umat. Ia menilai NU tidak boleh tampil eksklusif, apalagi elitis. Sebaliknya, NU harus hadir secara inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“NU harus menjadi organisasi yang melayani. Ketika umat membutuhkan penguatan ekonomi, NU hadir. Ketika kelompok minoritas perlu perlindungan, NU wajib mengayomi,” katanya.
Resolusi melayani umat ini dinilai sangat relevan dengan posisi NU sebagai organisasi keagamaan dan sosial terbesar di Indonesia. Ahmad Nuri menekankan bahwa peran NU mencakup dimensi kebangsaan, keislaman, dan kemasyarakatan. Ketiganya harus berjalan seimbang agar NU benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat.
Terkait isu muktamar, Ahmad Nuri menegaskan bahwa PWNU Banten tidak sedang mendorong agenda tersebut. Ia menyatakan bahwa keputusan muktamar sepenuhnya menjadi kewenangan PBNU.
“Soal muktamar adalah hak PBNU. PWNU Banten mengikuti apa pun keputusan PBNU,” tegasnya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















