Menurut Bahrul Ulum, keberhasilan pembangunan nasional tidak dapat dicapai secara parsial. Pemerintah daerah harus mampu menerjemahkan kebijakan pusat menjadi program konkret yang tepat sasaran. Dengan langkah tersebut, pembangunan di daerah dapat berjalan efektif dan selaras dengan target pembangunan jangka panjang nasional.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Selain membahas ketahanan nasional, Bahrul Ulum juga menyoroti peran generasi muda, khususnya Generasi Z, dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Ia menyebut generasi ini akan menjadi tulang punggung dalam berbagai sektor strategis di masa depan. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan saat ini harus berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Pengisi Indonesia Emas tahun 2045 adalah para Gen Z. Ini menjadi pekerjaan rumah dalam pembangunan, apakah kebijakan yang ada saat ini sudah benar-benar menyiapkan kualitas SDM mereka,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa investasi pada pendidikan, keterampilan, serta karakter generasi muda harus menjadi prioritas utama. Tanpa kesiapan sumber daya manusia yang unggul, target Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai.
Retreat nasional ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga sarana konsolidasi antar pimpinan DPRD se-Indonesia. Para peserta diharapkan mampu membawa pulang hasil pembekalan dan mengimplementasikannya di daerah masing-masing.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan visi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan pembangunan nasional. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci utama untuk menghadapi tantangan global sekaligus memastikan Indonesia mampu mencapai target sebagai negara maju pada 2045.***
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2

















